Bidik Pertumbuhan 40%, JMA Syariah Optimistis Cetak Kontribusi Rp 230 Miliar di Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) mencatatkan kinerja positif hingga Mei 2024. Perusahaan asuransi jiwa syariah ini menargetkan pertumbuhan kontribusi hingga akhir tahun sebesar 40%.
Dalam asuransi syariah, pendapatan kontribusi merujuk pada jumlah uang yang dibayarkan oleh peserta asuransi sebagai kontribusi untuk mendapatkan perlindungan asuransi. Konsep ini berbeda dari premi dalam asuransi konvensional karena dalam asuransi syariah, hubungan antara peserta dan perusahaan asuransi didasarkan pada prinsip tolong-menolong (ta'awun) dan bagi hasil (mudharabah atau wakalah bil ujrah), bukan transaksi jual beli risiko.
“Targetnya (kontribusi) sekitar Rp 230 miliar hingga akhir 2024 atau tumbuh sekitar 40% secara tahunan,” ujar Direktur Utama JMA Syariah, Basuki Agus, di Jakarta, Jumat (14/6/2024). , menjawab pertanyaan Investortrust.id, Jumat (14/6/2024).
Ia optimistis hal tersebut dapat tercapai, terlebih hingga Juni 2024 sendiri pihaknya telah merealisasikan pendapatan kontribusi lebih dari 50% dari target kontribusi hingga akhir tahun.
Baca Juga
“Dalam setengah tahun kita sudah mencapai 80% target kontribusi di tahun ini, kata Basuki.
Hingga Juni 2024 sendiri, lanjut Basuki, pihaknya telah mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp 180-190 miliar. Bahkan total kontribusi hingga paruh pertama tahun ini telah melampaui total kontribusi yang dicatatkan pihaknya tahun 2023.
“Tahun lalu saja (kontribusi) cuman Rp 156 miliar, hingga Juni tahun ini sudah Rp 180-190 miliar,” ucapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Basuki berupaya untuk terus mengoptimalkan penjualan dan juga branding agar JMA Syariah semakin dikenal di masyarakat luas, beberapa diantaranya melalui kampanye di media sosial (medsos) dan menjalin kerjasama dengan sejumlah komunitas di masyarakat.
“Karena dunia sudah berubah, salah satunya dengan medsos. Mungkin nanti kita perlu untuk menggalakkan atau mengenalkan JMA Syariah ini melalui medsos salah satunya,” ujarnya.
Baca Juga
Selain itu, upaya lain yaitu dengan melakukan kerja sama dengan sejumlah komunitas, salah satunya Muhammadiyah. Latar belakang kerja sama ini karena Muhammadiyah dianggap sudah mumpuni dari segi edukasi ekonomi syariah.
“Paling tidak ini akan menginisiasi perkenalan kita di masing-masing ormas (organisasi masyarakat), sehingga lebih cepat untuk dikenal secara menyeluruh di masyarakat,” kata Basuki.

