OJK Catat Produk Endowment Genggam Pangsa 27,01% dari Total Premi Asuransi Jiwa
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, produk asuransi dwiguna atau endowment masih menjadi salah satu penopang utama pendapatan premi industri asuransi jiwa hingga semester I 2026
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, berdasarkan data posisi Juni 2026, pendapatan premi dari produk endowment dan/atau kombinasinya mencapai Rp 25,61 triliun.
“Produk endowment dan/atau kombinasinya masih menjadi salah satu penopang utama premi industri asuransi jiwa, dengan pendapatan premi sebesar Rp25,61 triliun atau 27,01% dari total premi,” ujarnya, dalam jawaban tertulis dikutip Senin (7/9/2026).
Baca Juga
Laba Asuransi Jiwa Naik 75% per Juni 2026, OJK Ungkap Faktor Pendorongnya
Dengan kontribusi sebesar 27,01% tersebut, produk endowment masih menunjukkan daya ratik di tengah perkembangan produk asuransi jiwa lainnya. Ogi menilai, produk ini akan tetap diminati masyarakat karena menawarkan kepastian manfaat sekaligus menggabungkan unsur proteksi dan perencanaan keuangan.
Menurutnya, karakteristik tersebut menjadi salah satu keunggulan endowment. Produk ini pada dasarnya memberikan manfaat perlindungan asuransi sekaligus manfaat yang diterima pemegang polis sesuai dengan ketentuan polis dan jangka waktu yang telah disepakati.
Baca Juga
Selain itu, Ogi menjelaskan bahwa pada produk endowment, risiko fluktuasi hasil pengembangban dana pada prinsipnya menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi. Kondisi tersebut membuat pemegang polis memperoleh tingkat kepastian manfaat yang lebih tinggi dibandingkan produk yang manfaatnya sangat bergantung pada kinerja investasi.
“Produk ini masih diminati karena memberikan kepastian manfaat, sekaligus menggabungkan unsur proteksi dan perencanaan keuangan,” katanya.
Ogi optimistis, prospek produk endowment ke depan masih cukup baik. Namun, perkembangan produk tersebut tetap perlu diiringi dengan penerapan prinsip kesesuaian produk, transparansi manfaat, serta peningkatan kualitas pemasaran.
“Ke depan, produk ini masih memiliki prospek yang baik dengan tetap memperhatikan kesesuaian produk, transparansi manfaat, dan kualitas pemasaran,” ucapnya.
