Tugu Insurance (TUGU) Siap Orkestrasi Proteksi Proyek Blok Masela
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) menyatakan kesiapan untuk memimpin penyediaan proteksi asuransi bagi proyek gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) Masela, salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang nilai investasinya diperkirakan mencapai US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar.
Technical Director Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi mengungkapkan, proyek Masela telah menjadi pembahasan selama bertahun-tahun dan kini memasuki fase yang lebih konkret setelah dimulainya groundbreaking.
“Memang sudah lama terdengar beritanya, tapi kita sangat berharap saat ini kita bisa gong, groundbreaking sudah dilakukan,” ujarnya, dalam Media Meet Up - Literasi Asuransi Energi bersama Direksi Tugu Insurance, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Fadlil, keterlibatan Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam proyek tersebut membuat Tugu Insurance memiliki peran strategis sebagai penyedia proteksi asuransi.
Dalam skema proyek hulu migas di bawah SKK Migas, Tugu bertindak sebagai pemimpin konsorsium asuransi yang beranggotakan sejumlah perusahaan asuransi nasional.
“Kalau konsorsium itu ada beberapa rekan asuransi lainnya yang terlibat, Tugu sebagai leader-nya bertugas untuk membina para asuransi anggota ini supaya bisa bermain dengan baik,” kata Fadlil.
Baca Juga
Punya Pangsa 30% dari Total Premi, Tugu Insurance Sebut Bisnis Asuransi Energi Masih Prospektif
Ia menyatakan, tantangan utama berasal dari skala proyek yang sangat besar. Masela berpotensi menjadi salah satu proyek offshore terbesar di dunia sehingga membutuhkan kapasitas proteksi yang tidak dapat dipenuhi hanya oleh pasar domestik.
“Saat in proyeknya masih terus berjalan dan lebih dari US$ 20 miliar - US$ 30 miliar, gede banget. Yang diasuransikan itu disesuaikan dengan kapasitas yang ada di seluruh dunia dikumpulkan jadi satu, kira-kira kapasitas offshore itu sekitar katakanlah US$ 6 miliar, ini yang akan menjadi diasuransikan,” ucap Fadlil.
Sehingga, Tugu Insurance harus mengoordinasikan kapasitas reasuransi dari berbagai perusahaan di dunia agar tersedia perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
“Challenging juga menjadi kewajiban kami di Tugu untuk bisa mengorkestrasi semua ini yang ada di dunia kapasitasnya bisa dipakai dengan terms and condition, apa saja yang di cover sesuai dengan permintaan klien, dengan harga yang wajar,” ujar Fadlil.
Manfaatkan Jaringan Broker Reasuransi Internasional untuk Optimalkan Perlindungan
Untuk memperoleh perlindungan terbaik, Tugu Insurance juga memanfaatkan jaringan broker reasuransi internasional. Menurut Fadlil, beberapa broker didorong untuk bersaing menawarkan struktur perlindungan dan tarif terbaik sehingga tercipta kompetisi di pasar.
“Salah satu strateginya adalah kita itu membuat kompetisi, salah satunya dengan kompetisi para broker reasuransi. Namun, profil asuransi perusahaannya sendiri sangat penting,” kata Fadlil.
“Kalau perusahaan asuransinya kekuatan keuangannya bagus, diakui internasional rating AM Best, duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan pemain di luar, itu akan sangat diperhitungkan pada waktu kita mengadu atau membuat kompetisi di market ini,” sambungnya.
Ia mengibaratkan mekanisme reasuransi global sebagai penyebaran risiko kepada banyak pihak sehingga beban klaim tidak terkonsentrasi pada satu perusahaan saja.
“Risiko itu dibagi-bagi kepada berbagai perusahaan di seluruh dunia yang bersedia menerima. Jadi kalau nanti terjadi klaim, bebannya tidak hanya ditanggung oleh satu pihak saja,” ucap Fadlil.

