FEED Dimulai, Proyek LNG Blok Masela Rp 342 triliun Siap Serap 12.000 Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah resmi memulai tahap front end engineering design (FEED) proyek LNG Abadi Blok Masela. Proyek strategis nasional ini diyakini menjadi motor pembangunan ekonomi dengan nilai investasi jumbo US$ 20,94 miliar (Rp 342 triliun) dan diperkirakan menyerap 12.000 tenaga kerja pada fase pengembangan.
Dengan target produksi pada 2029, proyek LNG Abadi Masela diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa Blok Masela bukan sekadar proyek migas, melainkan fondasi kemandirian energi bangsa.
“Proyek ini harus menjadi bagian dari strategi bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri dan menyediakan energi bagi seluruh kegiatan ekonomi,” kata Yuliot dalam sambutannya di Jakarta, Kamis (26/8/2025).
Ia menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan proyek dengan dukungan fleksibilitas regulasi, percepatan perizinan, dan kemudahan dalam pengadaan. Pemerintah juga menargetkan agar seluruh perizinan dapat selesai lebih awal, sehingga tahapan FEED hingga final investment decision (FID) bisa berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga
Ditargetkan Produksi 9,5 Juta Ton, Proyek Raksasa LNG Abadi Masela Akhirnya Dimulai
Secara teknis, proyek LNG Abadi Blok Masela diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta MMSCFD, dan sekitar 35 ribu barel kondensat minyak per hari. Yuliot menambahkan, partisipasi nyata masyarakat dan pelaku usaha lokal akan menjadi prioritas agar manfaat proyek benar-benar dirasakan secara langsung, bukan hanya sebatas formalitas.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melaporkan bahwa cadangan gas Blok Masela mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF). Ia mengakui proyek sempat mengalami keterlambatan, tetapi momentum dimulainya FEED menjadi tonggak baru. “Milestone penting pagi ini adalah dimulainya FEED. Kita targetkan selesai dalam tiga bulan, sehingga FID bisa ditandatangani awal tahun depan,” ujarnya.
Djoko memastikan SKK Migas akan mendukung penggunaan konten lokal sebesar-besarnya, mulai barang hingga tenaga kerja. Meski begitu, opsi untuk menggunakan jasa dan keahlian internasional tetap terbuka bila kebutuhan tertentu belum bisa dipenuhi di dalam negeri.
Baca Juga
Badak LNG dan Inpex Garap Proyek Raksasa Masela, Ini Dampak Besarnya
Ia menambahkan bahwa seluruh perizinan proyek dipastikan rampung tahun ini berkat kerja tim terpadu, sehingga tender dan tahapan FEED bisa berlangsung paralel. “Financing sudah siap, calon pembeli dalam negeri sudah ada. Kami berharap pemasaran LNG ke luar negeri bisa segera menyusul,” katanya.
Dengan target produksi pada 2029, proyek LNG Abadi Masela diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional, membuka ribuan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

