BCA Hadirkan Kredit UMKM Berbunga Mulai 5,81%, Penyaluran Kredit UKM Capai Rp 134,6 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA meluncurkan program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun sebagai upaya memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027 tersebut menawarkan tenor kredit yang lebih panjang sehingga memberikan angsuran yang lebih ringan bagi pelaku usaha.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan program pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses modal yang lebih terjangkau untuk meningkatkan kapasitas usaha.
“Program pembiayaan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses modal lebih terjangkau sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan usaha, melakukan investasi, hingga menciptakan lapangan kerja baru,” ujar John dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga
Investor Asing Akhirnya Net Buy Rp 262,80 Miliar, Saham BBCA Diborong
Selain KMU Hari UMKM 2026, BCA juga menyediakan Kredit Multiguna Usaha MerDeKa (material, developer, dan kontraktor) yang menyasar pelaku usaha di sektor properti, konstruksi, dan bahan bangunan. Perseroan menilai pembiayaan tersebut dapat mendorong aktivitas sektor riil, mempercepat pembangunan perumahan, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Peluncuran program pembiayaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian BCA UMKM Fest 2026, yang akan digelar secara hybrid mulai 1 Agustus hingga 20 September 2026 untuk penyelenggaraan daring, serta 20–23 Agustus 2026 secara luring di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Ajang tersebut akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, memperoleh edukasi bisnis, serta mengakses berbagai solusi pembiayaan.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan, Saham Pilihan BBCA hingga BRPT
Hingga semester I 2026, penyaluran kredit BCA ke sektor UKM mencapai Rp134,6 triliun, tumbuh 6% secara tahunan (year on year/YoY).
John menyatakan, pengembangan UMKM dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni pembiayaan, pembinaan, dan transaksi. Selain menyediakan akses permodalan, perseroan juga mendukung pengembangan kapasitas usaha melalui program BCA Bangga Lokal, BCA UMKM Fest, Sertifikasi Halal UMKM, dan UMKM Go Export, serta memperkuat digitalisasi transaksi melalui QRIS BCA, Merchant BCA, dan myBCA.

