Kredit Perbankan April 2026 Tumbuh 9,98%, Tembus Rp 8.755 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada April 2026, kredit tumbuh sebesar 9,98% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 8.755 triliun.
"Ini meningkat dibandingkan posisi Maret 2026 yang tumbuh sebesar 9,49% year on year," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasio RDKB Mei 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 19,48%. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,51% yoy.
Baca Juga
Bos OJK: Ketahanan Sektor Jasa Keuangan Masih Kuat Meski Tekanan Global Meningkat
Sementara itu, kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,16% di mana pada Maret yang lalu tumbuh sebesar 0,12%. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 14,35%.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39%. Pada Maret yang lalu tumbuh sebesar 13,55% menjadi 10.077 triliun dengan giro, deposito, dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 16,99%, 8,65%, dan 9% yoy.
Dian menjelaskan, likuiditas industri perbankan pada April 2026 tetap memadai dengan rasio alat likuid/non-core deposit atau AL/NCD dan alat likuid/dana pihak ketiga atau AL/DPK masing-masing sebesar 111,13%. Di mana Maret yang lalu menunjukkan angka 122,55%, dan 25,39% serta Maret yang lalu menunjukkan angka 27,85%.
"Dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%," ungkap Dian.
Baca Juga
OJK Sebut Likuiditas Perbankan Tetap Memadai di Tengah Gejolak Global dan Fluktuasi Rupiah
Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 192,37%. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) gross sebesar 2,17%, Maret yang lalu tercatat sebesar 2,14% dan NPL net terjaga di angka 0,84%. Maret yang lalu adalah sebesar 0,83%.
"Sementara itu, loan at risk atau LAR tercatat sebesar 8,82%, di mana Maret yang lalu tercatat sebesar 8,94%. Jadi, secara umum tingkat profitabilitas bank atau ROA sebesar 2,46% di mana Maret yang lalu itu menunjukkan angka 2,47%," jelas Dian.
Dian menambahkan, setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 23,97%. Maret yang lalu adalah sebesar 25,09%, menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai.

