Bank Mandiri (BMRI) Optimistis Catat Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) optimistis mencatat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sepanjang 2026, meski dihadapkan pada dinamika dan ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan, pihaknya memperkirakan kinerja bisnis tetap tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri, dengan fokus pada sektor-sektor prospektif yang resilien serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Tahun ini tentunya kami memproyeksikan ekspansi bisnis juga tetap tumbuh secara berkelanjutan, dan kredit kami proyeksikan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan industri,” ujarnya, dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2026 Bank Mandiri secara daring, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Optimalkan Penempatan Dana SAL untuk Dorong Kredit UMKM dan Sektor Strategis
Sejalan dengan itu, lanjut Novita, Bank Mandiri juga terus memperkuat peran dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui akselerasi pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mendukung berbagai agenda strategis pemerintah, termasuk penguatan sektor produktif dan pembangunan nasional.
“Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai agent of development bagi perekonomian nasional,” katanya.
Dari sisi pendanaan, bank berkode saham BMRI ini menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit. Strategi ini difokuskan pada peningkatan porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) guna menjaga efisiensi struktur pendanaan serta memastikan likuiditas tetap terjaga, termasuk menjaga rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) pada level yang sehat.
Sementara itu, dari sisi profitabilitas, net interest margin (NIM) diperkirakan tetap stabil melalui penguatan ekosistem, akselerasi transaksi, serta optimalisasi portofolio mix. Hal ini diharapkan mampu menjaga yield of loan sekaligus menekan cost of fund secara optimal.
“Kontribusi fee based income juga kami melihat sebagai salah satu faktor pendapatan yang akan terus didorong sebagai salah satu sumber pertumbuhan terutama yang sifatnya recurring income,” ucap Novita.
Baca Juga
Jurus Bank Mandiri (BMRI) Jaga Posisi Sebagai Raja Pembiayaan Hijau Nasional
“Yang juga diperkuat oleh kapabilitas digital melalui aplikasi Livin by Mandiri dan juga Kopra by Mandiri, serta peningkatan aktivitas dan juga transaksi nasabah di seluruh ekosistem Bank Mandiri,” sambungnya.
Secara kinerja, hingga Maret 2026, Bank Mandiri mencatat hasil yang solid di tengah ketidakpastian global. Laba konsolidasi tumbuh sebesar 16,56% secara year on year (yoy) menjadi Rp 15,4 triliun.
Kinerja tersebut turut diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)bank only di level 0,98% dan cost of credit sebesar 0,48%. Selain itu, coverage ratio tetap kuat di 245%.
“Kemudian, CAR (capital adequacy ratio) tetap kuat di 19,7% dan ROE (return on equity) di 20,1%,” ujar Novita.

