Peringati Hari Kartini, OJK Perkuat Peran Perempuan Lewat Hal Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menyambut peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa besok (21/4/2026), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, khususnya melalui inovasi desa dan peningkatan literasi keuangan. Kegiatan ini disinergikan dengan program strategis daerah melalui penyelenggaraan Lomba Inovasi Desa tingkat Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena mengungkapkan, lomba tersebut mencakup tiga kategori utama, yaitu pemberdayaan ekonomi dan literasi keuangan, intervensi stunting, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
“Yang pertama adalah pemberdayaan ekonomi dan literasi keuangan sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi daerah. Dalam kegiatan ini kami juga melibatkan enam UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) lokal di Rembang,” ujarnya, dalam acara Peringatan Hari Kartini 2026, Senin (20/4/2026).
Baca Juga
Peran Perempuan Menguat, OJK Soroti Tantangan Integritas dan Dukungan Sistem
Selain itu, lanjut Sophia, OJK juga menghadirkan mobil SiMolek (Sarana Informasi Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) yang memberikan akses edukasi keuangan kepada masyarakat.
“Mobil SiMolek ini sebetulnya lebih untuk literasi dan edukasi keuangan. Nanti ada materi edukasi yang bisa didengarkan juga di sana mungkin bisa sekalian ngecek SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang berguna untuk mengecek posisi sekarang ini dari sisi kredit asesmen kita,” katanya.
Ia menambahkan, SLIK menjadi salah satu acuan bagi lembaga keuangan dalam menilai kelayakan debitur. Oleh karena itu, transparansi dan pemahaman masyarakat terhadap data kredit menjadi krusial.
Lebih lanjut, Sophia menekankan bahwa penguatan integritas harus dimulai dari individu keluarga, di mana perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Dalam sektor jasa keuangan, OJK terus mendorong tata kelola yang baik melalui berbagai kebijakan dan pengawasan.
“OJK juga memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola berjalan baik, transparan dan berintegritas. Dan peran ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan dan pengawasan pada berbagai fokus, antara lain penerapan GCG (good corporate governance), penguatan manajemen risiko, penguatan strategi anti fraud dan seterusnya,” ucapnya.
Baca Juga
OJK Tetapkan Status Pengawasan terhadap Pindar Bermasalah, 2 Penyelenggara Kembalikan Izin Usaha
Di sisi bersamaan, OJK juga telah mengadopsi Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan aktif dalam program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Selain itu, juga mengembangkan sistem whistleblowing serta menghadirkan chatbot edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata kelola dan integritas.
Menurut Sophia, upaya tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam Asta Cita. khususnya terkait penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), kesetaraan gender, serta reformasi tata kelola dan pemberantasan korupsi.
“Diharapkan peran serta perempuan itu sangat bisa membantu mengoptimalkan upaya-upaya tersebut. Itu sebabnya kami menghadirkan acara Peringatan Kartini di Rembang, dengan mengusung tema selain Women Leadership, tapi juga bagaimana perempuan bisa mengoptimalkan tata kelola di negara tercinta ini,” ucapnya.

