HUT ke-59 Freeport, PTFI Perkuat Komitmen Operasi Aman dan Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati hari ulang tahun ke-59 dengan refleksi mendalam untuk penguatan operasional yang aman dan berkelanjutan. Adapun setoran perseroan kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya, sepanjang 2025 mencapai Rp 70 triliun.
Dalam peringatan yang berlangsung di Tembagapura, 8 April 2026, manajemen PTFI memberikan penghormatan kepada sembilan karyawan yang gugur dalam berbagai insiden selama satu tahun terakhir.
Baca Juga
Freeport Sepakati Perpanjangan IUPK hingga Umur Tambang, RI Tambah 12% Saham pada 2041
Tujuh karyawan meninggal akibat insiden luncuran material basah di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, serta dua karyawan lainnya akibat insiden penembakan pada Februari dan Maret 2026.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan pentingnya peningkatan aspek keselamatan.
“Kami mengenang mereka dengan penuh rasa duka dan hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi kami semua. Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi insiden serupa,” ujarnya melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga
BEI Optimistis ETF Emas Meluncur Kuartal II-2026, Tiga MI Sudah Antre
Dalam rangkaian kegiatan, Tony juga meninjau area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ), serta meletakkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan operasional serta pengamanan ekstra mengingat PTFI merupakan objek vital nasional.
Memasuki usia ke-59, PTFI mencatat perjalanan panjang sebagai salah satu perusahaan dengan masa operasi terlama di Indonesia. “59 tahun bukan waktu yang singkat. Hanya sedikit perusahaan, khususnya investasi asing, yang dapat bertahan selama ini di Indonesia,” kata Tony.
Setoran Negara
Sepanjang 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp 70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. Selain itu, perusahaan juga terus menjalankan program investasi sosial di wilayah operasional.
Nilai investasi sosial PTFI pada 2025 mencapai hampir Rp 2 triliun dan akan terus bertambah sekitar US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan. PTFI juga menyerap lebih dari 30 ribu tenaga kerja, dengan sekitar 40% merupakan orang asli Papua.
PTFI optimistis kontribusi terhadap negara dan masyarakat dapat terus meningkat seiring harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi, serta komitmen menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat.
Baca Juga
Saat ini, operasional Freeport atau PTFI masih dalam tahap pemulihan pasca insiden, dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40–50%. Perusahaan menargetkan produksi dapat kembali mendekati 100% pada akhir tahun ini dan mencapai kapasitas penuh pada awal kuartal tahun depan.
PTFI juga terus memperkuat aspek keselamatan dan menambah personel keamanan di area Grasberg guna memastikan keberlanjutan operasional.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan produksi yang aman, terjamin, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh bangsa dan negara serta masyarakat di sekitar wilayah operasi,” tutup Tony.

