Pertamina NRE Bangun PLTS 'Offgrid' 400 kWp di Pulau Terluar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), pengembang energi baru dan terbarukan di bawah PT Pertamina (Persero), membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) offgrid berkapasitas 400 kilowatt peak (kWp) dan baterai 1 megawatt hour (MWh) Pulau Sembur, pulau kecil di perairan Kepulauan Riau sebagai proyek percontohan di pulau tersebut. Proyek ini dirancang untuk dikelola oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Galang Baru.
Pjs Corporate Secretary Pertamina NRE Rika Gresia Wahyudi mengatakan, Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bersih di wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik. "Selama puluhan tahun warga di sana hidup tanpa aliran listrik, meski hanya berjarak sekitar 1 jam perjalanan kapal dari Singapura," kata dia dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Selain proyek percontohan, Pertamina NRE juga memberikan bantuan PLTS berkapasitas 3,8 kWp kepada masyarakat Kelurahan Galang Baru yang tinggal di Pulau Sembur sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. PLTS bantuan Pertamina NRE berkapasitas 3,8 kWp tersebut dilengkapi baterai berkapasitas 5 kilowatt hour (kWh) dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masjid serta sekolah di Kelurahan Galang Baru.
Baca Juga
Lampaui Target, Pertamina EP Papua Field Tembus Produksi 1.014 BOPD
Listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan penentu ritme kehidupan warga. Anak-anak belajar pada malam hari, kegiatan ibadah berlangsung lebih khusyuk, dan aktivitas ekonomi menjadi lebih panjang. "Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses energi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk kegiatan ibadah dan proses belajar mengajar," kata dia.
Dukungan Pertamina NRE tidak berhenti di darat. Kehidupan masyarakat Pulau Sembur yang sebagian besar bergantung pada sektor perikanan turut menjadi perhatian. Sebanyak 20 unit PLTS berkapasitas masing-masing 150 watt dipasang pada 20 kapal nelayan untuk mendukung penerangan saat melaut di malam hari. "Dengan pencahayaan yang lebih andal, para nelayan kini dapat bekerja dengan lebih aman dan efisien, terutama saat berlayar pada malam hingga dini hari," kata Rika.
Rika Gresia Wahyudi menyampaikan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi bersih yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertamina NRE percaya bahwa transisi energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui pemanfaatan energi surya di Pulau Sembur, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus mendorong aktivitas sosial dan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Rika.
Perhatian terhadap masa depan generasi muda juga menjadi bagian dari program ini. Pertamina NRE menyalurkan paket kebutuhan sekolah bagi seluruh anak-anak tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Pulau Sembur. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar anak-anak di pulau tersebut.
Melalui inisiatif ini, Pertamina NRE menegaskan perannya sebagai pengembang energi baru dan terbarukan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan proyek, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga
Pertamina Punya Aset di Venezuela, Begini Nasibnya Seusai Penangkapan Maduro oleh Trump
Ketua RW Pulau Sembur, Abu, yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan mengatakan, kehadiran Pertamina NRE membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga.
“Listrik tenaga surya ini sangat membantu masjid, sekolah, dan nelayan kami. Anak-anak juga senang menerima perlengkapan sekolah. Semoga bantuan ini membawa kebaikan dan kemajuan bagi Pulau Sembur ke depannya,” ungkap Abu.

