Djony Bunarto Tjondro: Jangkau 210.426 Penerima Manfaat, Desa Sejahtera Astra Dorong Ekspor Rp 411 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Astra International Tbk (ASII), Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan, Desa Sejahtera Astra hingga akhir 2025 telah menjangkau 210.426 penerima manfaat di berbagai sektor, mendampingi 1.515 kampung dan desa di sejumlah provinsi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan aktivitas ekspor senilai Rp 411 miliar.
Sejalan dengan itu, Astra telah menganugerahkan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards kepada 79 penerima apresiasi tingkat nasional dan 713 penerima apresiasi tingkat provinsi. Kecuali itu, Astra terus menggulirkan program pengembangan kampung dan desa melalui Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.
“Seiring dengan semangat penguatan ekosistem pemberdayaan masyarakat, peran generasi muda penggerak perubahan penerima SATU Indonesia Awards diintegrasikan ke dalam program Kampung dan Desa binaan Astra,” kata Djony dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
Djony menuturkan, program kontribusi sosial Astra di empat pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, berfokus pada penguatan masyarakat desa. Program ini dirancang untuk dapat memberikan manfaat langsung, sekaligus dampak positif jangka panjang bagi masyarakat desa di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga
“Keempat pilar utama tersebut terintegrasi dalam program unggulan berbasis komunitas Astra, yaitu SATU Indonesia Awards serta program pengembangan kampung dan desa, melalui Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra,” ucap dia.
Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, melalui pendampingan yang konsisten dan kolaboratif, Astra berupaya menciptakan program unggulan berbasis komunitas desa yang diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan masa depan.
“Ketika komunitas memiliki kapasitas, inovasi, dan kesempatan untuk tumbuh melalui penguatan potensi dan kemandirian desa, dampak sosial yang tercipta akan lebih berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” papar dia.
Produk Unggulan Desa
Diluncurkan pada 2018, menurut Djony Bunarto, Desa Sejahtera Astra melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, komunitas, perusahaan rintisan berbasis teknologi (start-up), serta kelompok usaha desa (KUD).
“Astra mengembangkan produk unggulan desa binaan yang terbagi dalam tiga klaster utama, yaitu pertanian dan produk olahannya, kelautan dan perikanan, serta wisata, kriya, dan budaya,” ujar dia.
Dia menambahkan, melalui integrasi antara penguatan kapasitas komunitas dan dukungan terhadap penggerak perubahan di tingkat desa, Astra melalui Desa Sejahtera Astra hingga akhir 2025 telah menjangkau lebih dari 210.426 penerima manfaat di berbagai sektor.
“Astra juga telah mendampingi sedikitnya 1.515 kampung dan desa di sejumlah provinsi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan aktivitas ekspor yang mencapai Rp 411 miliar,” tutur dia.
Baca Juga
Pada pilar kesehatan, kata Djony Bunarto, Astra hingga akhir 2025 menjalankan berbagai program yang berfokus pada ibu, anak, dan remaja serta masyarakat sekitar. Di Kampung Berseri Astra Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, misalnya, pendekatan kesehatan dilakukan seiring pengembangan desa wisata melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
“Program ini juga mencakup peningkatan sanitasi lingkungan, serta pengelolaan kebersihan kawasan wisata. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat dan pengunjung,” ucap dia.
Dia mengemukakan, pada pilar pendidikan, Astra berkomitmen memberikan dampak positif pada pengembangan kualitas SDM. Di Desa Sejahtera Astra Bumiaji, Kota Batu, ruang belajar komunitas dikembangkan sebagai pusat literasi dan penguatan kapasitas masyarakat melalui peran Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tahun 2017 Bidang Kewirausahaan Anjani Sekar Arum.
“Program tersebut mendorong pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas agar masyarakat desa dapat tumbuh mandiri, berinovasi, dan berdaya saing secara berkelanjutan,” tutur dia.
Selain itu, penguatan pendidikan dilakukan melalui peningkatan literasi digital dan kapasitas pembelajaran berbasis teknologi, seperti yang dilakukan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 Bidang Teknologi, Reza Permadi.
“Melalui pendekatan pendidikan berbasis digital, salah satunya di Desa Sejahtera Astra Bugisang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, program ini mampu meningkatkan pendapatan desa Rp 50–60 juta dalam satu tahun melalui perluasan pasar dan pengembangan paket wisata berbasis edukasi,” papar dia.
Pada pilar lingkungan, menurut Djony Bunarto Tjondro, pemulihan ekosistem dan penerapan praktik berkelanjutan berbasis masyarakat terus diperkuat. Salah satunya melalui peran penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 Bidang Lingkungan, Ritno Kurniawan yang juga merupakan Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Ritno Kurniawan mendorong transformasi mata pencarian masyarakat dari pembalakan liar menjadi ekowisata berkelanjutan. Melalui pengembangan Ekowisata Nyarai, sekitar 170 warga atau sekitar 80% di antaranya mantan pembalak liar beralih profesi menjadi pemandu wisata, sehingga pelestarian hutan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Lewat Pemberdaya Gula Semut, Astra Tebarkan Inspirasi Keberlanjutan dalam “Lestari Summit 2025”
Perluasan Akses Pasar
Sementara itu, melalui pilar kewirausahaan, Astra mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan desa dan perluasan akses pasar. Salah satu contohnya melalui peran penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 Bidang Kewirausahaan, Akhmad Sobirin dan tokoh penggerak Desa Sejahtera Astra Semedo, Banyumas, yang berhasil meningkatkan nilai tambah produk gula semut berbasis komunitas.
“Kelompok tani yang awalnya beranggotakan 25 orang berkembang menjadi lebih dari 1.500 petani, dengan peningkatan nilai jual dari sebelumnya Rp 2.000–5.000 per kg menjadi produk gula semut berkualitas ekspor dengan harga hingga Rp 15.000 per kg,” ujar Djoni.
Dia menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan pengembangan kewirausahaan desa lainnya. Desa Sejahtera Astra Purworejo, Jawa Tengah, mencatatkan ekspor produk Coffee Wood dan Coconut Rope Dog Chew ke Eropa dan AS senilai Rp 43,52 miliar, disertai peningkatan pendapatan masyarakat hingga 70%.
Di sisi lain, Desa Sejahtera Astra Pandeglang, Banten, mencatatkan pelepasan ekspor perdana 5.000 ekor ikan mas sinyonya ke Vietnam. “Di wilayah lain, Desa Sejahtera Astra Bajawa, Nusa Tenggara Timur, berhasil mengekspor 15 ton kopi ke Thailand dengan nilai lebih dari Rp 1,65 miliar yang melibatkan lebih dari 200 petani,” ucap dia.
Djony mengatakan, capaian di berbagai wilayah tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan komunitas yang dilakukan secara konsisten, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal mampu menghadirkan perubahan yang nyata.
“Dengan mengintegrasikan empat pilar kontribusi sosial, Astra terus membangun fondasi pembangunan komunitas yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada keberlanjutan dampak bagi generasi saat ini dan mendatang,” tandas dia.
Astra, kata Djony, bakal terus memperkuat pemberdayaan komunitas melalui integrasi inisiatif dalam payung Desa Sejahtera Astra. Ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

