Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro: Dengan SDM Berkualitas, Astra Berusaha Menjadi Pohon Rindang bagi Seluruh Bangsa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Dengan fondasi bisnis yang kuat, kinerja yang tetap solid dalam enam tahun terakhir, serta dukungan sumber daya manusia berkualitas yang mengamalkan nilai Catur Dharma, Astra terus memperkuat perannya sebagai “pohon rindang” bagi bangsa melalui keunggulan operasional, disiplin alokasi modal, dan kontribusi sosial berkelanjutan.
Ketangguhan Astra lahir dari diversifikasi bisnis, pengalaman panjang, budaya kerja yang kuat, serta komitmen menghadirkan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan dan masyarakat luas, sejalan dengan perjalanan 69 tahun perusahaan yang “bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa.”
Demikian dikemukakan Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam wawancara dengan Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto dan diterima Investortrust.id, Selasa (17/03/2026). Kekuatan Astra dalam menjaga kinerja yang solid di tengah dinamika global, lanjut Djony, bertumpu pada fondasi bisnis yang kokoh, penerapan filosofi Catur Dharma, diversifikasi portofolio yang tangguh, serta pengalaman operasional puluhan tahun yang terus diperkuat melalui sinergi lintas lini usaha.
Dengan tetap berfokus pada keunggulan operasional dan disiplin dalam alokasi modal, Astra memanfaatkan posisi neraca yang kuat untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan. Djony menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang mengamalkan nilai Catur Dharma, didukung sistem manajemen dan budaya perusahaan yang solid, menjadi kunci utama ketangguhan dan adaptivitas Astra, sekaligus mendorong perusahaan terus menghadirkan kontribusi sosial yang berdampak luas, khususnya bagi masyarakat pedesaan, sejalan dengan visinya menjadi kebanggaan bangsa.
Djony menjelaskan, fondasi utama yang membuat Astra mampu bertahan dan tetap relevan selama hampir tujuh dekade adalah filosofi perusahaan yang kuat, yakni menjadi “pohon rindang” yang tidak hanya tumbuh besar, tetapi juga menaungi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Nilai Catur Dharma
Filosofi tersebut berakar pada nilai-nilai Catur Dharma yang diwariskan pendiri Astra, William Soeryadjaya, dan menjadi kompas dalam setiap keputusan, kerja sama, serta langkah strategis perusahaan. Nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam arah strategis melalui 3P Roadmap —Portfolio, People, dan Public Contribution— yang menyeimbangkan kinerja dan keberlanjutan sekaligus memperkuat resiliensi perusahaan dalam menghadapi dinamika masa kini dan masa depan.
Baca Juga
Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Nurani Astra Salurkan 20 Ambulans dan 156 Alat Kesehatan
Selain filosofi, keberlanjutan Astra juga sangat ditentukan oleh people legacy. Ia menekankan bahwa perusahaan tidak hanya dibangun oleh sistem dan strategi, tetapi oleh manusia yang menjalankannya. Karena itu, pengamalan nilai Catur Dharma secara konsisten menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan nilai dari generasi ke generasi. Penerapan nilai tersebut diperkuat melalui pendekatan “lead by example” oleh para pemimpin, serta program sosialisasi dan internalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini organisasi. “Evaluasi dan penyempurnaan dilakukan secara berkala agar budaya perusahaan tetap relevan dan efektif dalam mendukung kinerja Grup Astra,” kata Djony.
Lebih lanjut, Djony menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan kekuatan utama Astra. Pengembangan talenta dilakukan melalui berbagai program, mulai dari rotasi lintas bisnis, penugasan strategis, hingga peningkatan tanggung jawab secara bertahap untuk membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang kuat. Ia menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan di Astra merupakan proses strategis yang dirancang jauh hari, guna memastikan kesinambungan organisasi. “Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” ujarnya.
Kinerja Terus Bertumbuh
Dalam enam tahun terakhir, Astra mencatat kinerja yang terus bertumbuh, dengan laba bersih meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025. Saat ini, Astra memiliki 321 anak usaha dari sebelumnya 236 pada 2020, dengan dukungan lebih dari 190.000 karyawan di tujuh lini bisnis utama, mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat, hingga infrastruktur dan teknologi informasi. Djony mengakui perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, fluktuasi harga komoditas, hingga meningkatnya persaingan industri.
Namun demikian, Astra mampu menunjukkan ketangguhan melalui portofolio bisnis yang terdiversifikasi, pengalaman operasional yang panjang, serta komitmen menjaga kualitas produk dan layanan. Strategi ekspansi ke area yang berdekatan dengan bisnis inti, seperti mobil bekas, pembiayaan multiguna, dan perbankan digital, serta investasi selektif di sektor baru seperti layanan kesehatan dan mineral non-batubara, menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan kinerja jangka pendek dengan transformasi jangka panjang.
Djony menekankan bahwa pengelolaan portofolio menjadi kunci penting dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan Astra. Strategi tersebut mencakup optimalisasi bisnis yang ada, pengembangan lini bisnis baru yang terkait, serta investasi di sektor baru secara hati-hati dan terukur. Dengan pendekatan tersebut, Astra mampu menjaga stabilitas laba di berbagai siklus ekonomi sekaligus memperkuat mesin pertumbuhan masa depan melalui aksi korporasi yang disiplin dalam alokasi modal.
Kontribusi Sosial
Di sisi lain, Astra juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi sosial yang berdampak luas. Djony menyampaikan bahwa seluruh perjalanan Astra selalu bermuara pada cita-cita menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi bangsa. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program seperti Desa Sejahtera Astra yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan, serta SATU Indonesia Awards yang telah menjaring ratusan pemuda inspiratif di seluruh Indonesia. Astra juga menjalankan program Nurani Astra sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut Djony, kontribusi sosial tersebut tidak hanya bertujuan memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan. Seluruh inisiatif ini dijalankan melalui Astra, Grup Astra, serta sembilan yayasan yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun bangsa.
Ke depan, Djony optimistis Astra memiliki fondasi yang cukup kuat untuk terus bertumbuh dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersifat teknis maupun yang dipengaruhi dinamika sosial, ekonomi, dan global. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan Astra akan tetap ditopang oleh nilai-nilai yang dijaga bersama, semangat kebersamaan, serta komitmen untuk terus belajar dan berinovasi.
“Continuity gives stability, but values give eternity. Great companies are not built in a year, but across generations that honour their values, sharpen their core, and embrace the future with courage,” tutup Djony.

