Rosan Roeslani Ungkap Faktor Pendukung RI Bisa Pimpin Transisi Energi Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, meyakini Indonesia tidak hanya potensial untuk investasi proyek transisi energi. Lebih dari itu, ia macenyebut Indonesia berpeluang memimpin agenda besar transisi energi global.
Bukan tanpa alasan, ia mengatakan Indonesia diperkirakan memiliki potensi penyimpanan CO₂ (karbon) sebesar 577 gigaton, sekaligus menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Ia mengeklaim, hal tersebut merepresentasikan bagian penting dari solusi global.
Rosan melanjutkan, Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan CO₂ hingga 200 tahun. Angka tersebut diperkirkan cukup untuk menampung kebutuhan emisi dalam negeri maupun negara-negara sekitar.
“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pusat CCS (carbon capture storage) di Asia,” kata Rosan dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga
Kemenhut Kembangkan Pasar Karbon dan Bioetanol 24 Juta KL untuk Kurangi Impor BBM 50%
Tidak hanya itu, Rosan menuturkan Indonesia juga menguasai cadangan global sumber daya alam strategis untuk mendukung transisi energi hijau. Ia mencontohkan, Indonesia memiliki sekitar 42–43% cadangan nikel dunia, yang kini banyak digunakan untuk pengembangan baterai kendaraan listrik (EV battery) dan sistem penyimpanan energi baterai.
Dalam kesempatan tersebut Rosan memamerkan saat ini Indonesia berhasil membentuk ekosistem industri baterai EV yang memadai. Mulai dari pertambangan, pemrosesan, pemurnian komponen baterai, pembuatan battery pack, hingga daur ulang baterai.
“Meski begitu, kita masih mendorong terbentuknya lebih banyak ekosistem industri EV dan penyimpanan energi di tanah air,” ujar Rosan.

