Dorong Transisi Energi Hijau, Kadin Sebut Energi Bersih Jadi Kunci Masa Depan Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut bahwa energi terbarukan menjadi kunci masa depan Indonesia yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Oleh karena itu Kadin berkomitmen mendorong transisi energi bersih di Tanah Air.
Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Industri Hijau Kadin Indonesia Halim Kalla mengungkapkan, kebutuhan akan industri hijau dan energi terbarukan semakin mendesak. Dunia tengah bergerak menuju pengurangan emisi dan pemanfaatan energi bersih, sehingga Indonesia harus segera mempercepat langkahnya.
“Kebutuhan akan green energy sangat penting sekarang ini, karena dunia memang memerlukannya untuk kita hidup lebih sehat, lebih baik. Emisi terbesar datang dari pembangkit listrik dan mobil (transportasi), jadi kami fokus bagaimana ke depan untuk bumi yang lebih sehat,” ujarnya, dalam Investortrust Green Energy Summit (IGES) 2025, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Danantara Dorong Investasi Hijau untuk Transisi Energi Berkeadilan
Menurut Halim, Kadin bersama pengusaha nasional berkomitmen mendukung pemerintah dalam merancang program jangka panjang transisi energi, termasuk revisi Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) agar target 75% energi bersih bisa tercapai.
Sejumlah inisiatif tengah dijalankan, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga angin dan mini hydro, percepatan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga pembangunan rantai pasok (value chain) baterai.
“Kami sudah ada pembangkit (listrik tenaga) angin di Sulawesi Tenggara (dengan kapasitas) 150 MW, juga mini hydro 36 MW. Ini yang kita kembangkan dan diharapkan dua tahun mendatang sudah selesai,” kata Halim.
Ia menambahkan, Kadin bahkan tengah menyiapkan produksi massal kendaraan listrik kecil karya anak bangsa dengan tingkat kandungan lokal hingga 70%. Selain itu, pembangunan pabrik baterai dan sistem penyimpanan energi (energy storage system) juga menjadi prioritas untuk mendukung stabilitas jaringan listrik berbasis energi terbarukan.
“Kita sudah ada prototipenya (kendaraan listrik kecil), pabriknya segera dibangun, memang mass product-nya baru akan setahun-dua tahun lagi. Kita juga ingin membangun supply chain baterai, bekerja sama dengan BYD baterai dan beberapa point baterai kita membangun assembly di sini hingga mensuplai kebutuhan baterai untuk power lainnya, backup power,” ucap Halim.
Baca Juga
PTBA Bertransformasi ke Bisnis Energi Bersih, Sejumlah Upaya Ini Dilakukan
Selain sektor energi, lanjut dia, Kadin juga memiliki perhatian pada pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pembangunan pusat pengelolaan skala kecil yang bisa menampung hingga 50 ton per hari dengan investasi terjangkau.
“Ini semua prosesnya tidak ada polusi, tidak ada emisi, bersih, dan tidak bau juga. Jadi ini yang ingin kita kembangkan ke seluruh Indonesia,” ujar Halim.

