Danantara Dorong Investasi Hijau untuk Transisi Energi Berkeadilan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Managing Director Risk and Sustainability Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, Lieng Seng Wee menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung transisi energi berkeadilan menuju target net zero emission (NZE) 2060. Demikian disampaikan dalam acara Investortrust Green Energy Summit 2025 yang mengangkat tema ‘Transisi Energi Berkeadilan’.
Lieng menekankan, transisi energi tidak hanya menyangkut teknologi dan ekonomi dekarbonisasi, tetapi adaptasi iklim. “Kita perlu menangani risiko iklim, seperti kerusakan rantai pasok, infrastruktur, dan komunitas akibat gangguan iklim, bersamaan dengan upaya menurunkan emisi,” jelas dia di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga
Danantara Siap Serap Gula Petani Rp1,5 Triliun, Wamentan: Sudah 40.000 Ton Terbeli
Dalam kesempatan tersebut, Lieng menyebutkan potensi energi baru terbarukan (EBT) Tanah Air mencapai 3.700 gigawatt (GW), sementara yang terpasang kurang dari 20 GW. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, dibutuhkan investasi pada penyimpanan energi, modernisasi jaringan kelistrikan (smart grids), serta kerangka kerja berbagi risiko.
Lieng menjelaskan mandat investasi Danantara terbagi menjadi tiga kategori, yakni optimalisasi kinerja BUMN, investasi langsung pada sektor strategis seperti ketahanan energi, ekonomi rendah karbon dan hilirisasi industri, serta investasi global untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Seluruh investasi tersebut akan dievaluasi menggunakan perspektif keberlanjutan yang mencakup aspek transisi dan adaptasi iklim, kelayakan ekonomi, dan manfaat inklusif,” kata dia.
Baca Juga
Rapat di Hambalang, Prabowo Instruksikan Danantara Buat Prototipe Listrik Pedesaan Tenaga Surya
Lieng menambahkan, Danantara akan mengimplementasikan manajemen risiko kelas dunia dalam setiap investasi. Dengan demikian, mobilisasi modal publik dan swasta diharapkan dapat mempercepat adopsi energi terbarukan di Indonesia sekaligus menciptakan daya saing jangka panjang.
“Dengan begitu, kita bisa menggerakkan tidak hanya modal publik yang dipercayakan kepada Danantara, tetapi juga dana swasta dalam jumlah besar untuk mendukung inisiatif transisi energi berkeadilan,” pungkas dia.

