Bawa Energi Baru, Pertamina Hulu Dorong ASN PPU Jadi Agen Perubahan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui penyelenggaraan in-house training bertajuk “Pemimpin Transformasional: Mendorong Kinerja Unggul dan Kesuksesan Bersama”. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor Bupati PPU, Kalimantan Timur, yang diikuti 100 aparatur sipil negara (ASN).
Tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta perilaku kepemimpinan adaptif dan kolaboratif ASN agar mampu menjawab tantangan era digital dan tata kelola pemerintahan modern.
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menegaskan, pelatihan ini merupakan langkah strategis meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik.
“Peningkatan kapasitas dan kompetensi ASN sangat penting untuk menjawab tantangan zaman, menghadapi era digitalisasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta dinamika pelayanan publik. ASN dituntut mampu beradaptasi, terus mengasah keterampilan, dan memiliki wawasan luas agar dapat memberikan kinerja terbaik,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (4/8/2025).
Baca Juga
Distribusi Energi Nasional Aman, Pertamina Jamin SPBU dan LPG Berjalan Lancar
Mudyat berharap peserta mendapatkan pembekalan teknis, manajerial, dan etika birokrasi yang dapat diaplikasikan dalam tugas sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PHKT atas kontribusi dan partisipasinya dalam mendukung pengembangan SDM aparatur daerah.
Pelatihan ini dibawakan secara interaktif oleh Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan. Dengan pengalaman di bidang komunikasi korporat dan manajemen perubahan, Dony mendorong peserta memahami motivasi diri, membangun visi bersama, serta menerapkan prinsip kepemimpinan transformasional di lingkungan kerja.
“Untuk menjadi pemimpin hebat, setiap pemimpin harus menyadari dan memahami dirinya, termasuk motivasi diri, yang menjadi motor penggerak sikap dan perilakunya selama ini dalam menjalankan tugas-tugasnya,” kata Dony.
Ia menambahkan, pemimpin transformasional harus memiliki tujuan jangka pendek dan panjang yang jelas, terukur, dan dapat divisualisasikan, sehingga dapat dikomunikasikan kepada jajaran di bawahnya.
“Pemimpin transformasional itu menempatkan prioritas bukan tentang kenaikan jabatan dirinya, tetapi lebih pada upaya membangun kompetensi jajaran ASN agar terus bertumbuh dan berkembang sesuai potensinya masing-masing,” jelasnya.
Sesi yang berlangsung lebih 2 jam ini juga diselingi humor ringan untuk menjaga keterlibatan peserta. “Ada yang masih baper saat bupati berganti atau kebijakan berubah? Ingat mantan terindah itu hanya ada di lagu. Setiap kita harus terbuka dan terus move on ketika terjadi perubahan agar bisa sukses,” seloroh Dony.
Baca Juga
Kebut 'Net Zero Emission' 2060, Pertamina Cetak Dekarbonisasi 1 Juta Ton CO₂
Asisten I Pemerintahan & Kesra Pemkab PPU Nicko Herlambang menambahkan, pihaknya berharap kerja sama dengan PHI dan PHKT terus berlanjut untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi ASN dan pembangunan daerah.
Kegiatan ini dinilai bukan hanya meningkatkan kompetensi aparatur, tetapi memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan industri hulu migas. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong pencapaian ketahanan energi nasional, sejalan dengan target Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

