Operasi Aman dan Efisien, Pertamina Hulu Indonesia Jadi Contoh Hulu Migas
Poin Penting
|
TARAKAN, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), perusahaan hulu minyak dan gas bumi yang mengelola operasi di Regional 3 Kalimantan, menerima kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR pada akhir pekan lalu di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan ini untuk memperoleh gambaran langsung kinerja sektor hulu migas sekaligus menilai kontribusinya terhadap target lifting migas nasional, yang menjadi fondasi penting bagi ketahanan energi Indonesia. Operasional yang aman dan efisien menjadi contoh operasi hulu migas lain di Indonesia.
Kunjungan kerja merupakan bagian fungsi pengawasan Komisi XII DPR yang membidangi sektor energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi. Dalam agenda rapat kerja itu, Komisi XII ingin memastikan operasional hulu migas berjalan seimbang antara peningkatan produksi, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi daerah.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto, General Manager Zona 10, serta jajaran manajemen perusahaan. Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR Dony M. Oekon menyampaikan apresiasi atas kinerja PHI yang melampaui target produksi 2025 dan mencatatkan kinerja keselamatan tanpa kecelakaan fatal.
Baca Juga
“Capaian ini turut mendukung target nasional. Semoga PHI menjadi inspirasi untuk daerah lain dalam peningkatan produksi sehingga pada 2030 produksi meningkat lagi dan mencapai target. Insyaallah ini dapat tercapai,” ujar Dony dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Selain memberikan apresiasi, kunjungan kerja ini juga diharapkan memperkuat dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra strategis DPR, terhadap kelancaran operasional PHI di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan Field. Hasil kunjungan tersebut menjadi bahan penting bagi Komisi XII DPR RI dalam perumusan kebijakan dan pembahasan pada rapat kerja mendatang.
Dalam pemaparannya, Direktur Utama PHI Sunaryanto menjelaskan kondisi terkini operasi hulu migas PHI beserta afiliasinya di Kalimantan Utara, termasuk PT Pertamina EP Tarakan Field. Ia memaparkan kinerja operasional, tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah berumur panjang, serta kebutuhan dukungan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Sunaryanto menjelaskan bahwa sebagian besar lapangan migas di Kalimantan Utara merupakan lapangan tua atau mature field, yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang dan secara alamiah mengalami penurunan produksi. “Untuk menjawab tantangan tersebut, PHI optimalisasi operasi, peningkatan efisiensi biaya, penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan tata kelola operasi yang berfokus pada aspek keselamatan dan keandalan aset,” ujar Anto, sapaan akrab Sunaryanto.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut dijalankan untuk mendukung target nasional produksi migas sebesar 1 juta barel minyak per hari dan 12 ribu MMSCFD gas bumi pada periode 2029–2030, sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Eks Dirut Pertamina Ungkap Laba PT PIS Melonjak 4 Kali Lipat di Era Yoki Firnandi
“Di PHI, kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan produksi migas melalui pengelolaan lapangan mature yang prudent, penerapan prinsip keselamatan, dan perlindungan lingkungan, serta memastikan keekonomian proyek tetap terjaga untuk menjamin keberlanjutan investasi hulu migas,” ujar Anto.
Selain fokus pada produksi, PHI bersama PT Pertamina EP Tarakan Field juga menegaskan komitmen terhadap penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LL). Komitmen tersebut mencakup pengelolaan limbah operasional, pengendalian emisi, serta mitigasi risiko lingkungan di setiap tahapan kegiatan hulu migas, yang seluruhnya dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10.

