Sulap Sampah Jadi Rupiah, Kilang Pertamina Bantu Warga Kantongi Rp 2 Juta Sebulan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) subholding refinery dan petrochemical ikut andil mengatasi masalah lingkungan di masyarakat sekitar kilang melalui program tanggung jawab lingkungan dan sosial (TJSL). Salah satunya Bank Sampah Abhipraya yang membuat warga bisa mendapat penghasilan Rp 2 juta sebulan.
Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani mengatakan, sejak berdiri pada 2017 KPI rutin menjalankan program TJSL di wilayah sekitar enam kilang KPI. Tak hanya lingkungan, program ini juga bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM.
Baca Juga
Kilang Pertamina Cetak 'Yield Valuble' Produk 83,2%, Ini Rahasia Inovasinya
“Di antara program TJSL yang digulirkan KPI, bidang lingkungan menjadi salah satu yang jadi perhatian. Kami menyadari, bisnis yang dijalankan bersinggungan dengan lingkungan masyarakat sekitar kilang, karena itulah KPI berkomitmen untuk ikut menjaganya,” ujar Milla dalam keterangannya, Selasa (22/7/2025).
Salah satu program TJSL bidang lingkungan KPI adalah Bank Sampah Abhipraya yang berlokasi di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Inisiasi program ini didasari masalah sampah yang menahun akibat ketiadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah tersebut.
Bank Sampah Abhipraya juga bentuk nyata sustainability atau keberlanjutan di KPI Grup yang selaras dengan prinsip-prinsip environmental, social & governance (ESG). Melalui program ini, warga diajak mengelola sampah organik dan anorganik secara produktif hingga menghasilkan barang-barang yang bernilai ekonomi.
Sampah organik diolah melalui budidaya maggot untuk pakan ikan serta diproses menjadi pupuk alami. Sementara sampah anorganik dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dan bahan pembuatan paving blok.
Menurut Milla, harga sampah di Bank Sampah Abhipraya bisa mencapai Rp 15.000 per kilogram. Alhasil, masyarakat yang terlibat dalam program ini, pendapatannya bisa bertambah hingga Rp 2 juta per bulan.
Baca Juga
6 Jurus Kilang Pertamina Menuju 'Go Green', Nomor 5 Bikin Industri Penerbangan Teriak 'Yes'
“Terbukti, jika dikelola dengan baik, sampah bisa memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang tidak main-main. Hal itu terlihat dari eksistensi Bank Sampah Abhipraya dalam mengatasi masalah sampah di wilayah Kelurahan Kutawaru, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ungkap Milla.
Kehadiran Bank Sampah Abhipraya juga menurunkan jumlah sampah di wilayah Kutawaru hingga 195 ton per tahun, atau sekitar 80,93%. Keberhasilan ini lantas mencuri perhatian berbagai pihak, hingga akhirnya banyak orang datang untuk belajar mengenai pengelolaan bank sampah.
Bank Sampah Abhipraya merupakan bagian dari inisiatif Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku) yang digagas KPI sejak 2020. Melalui Mamaku, KPI menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti konservasi mangrove, budidaya ikan, pengembangan UMKM dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

