6 Jurus Kilang Pertamina Menuju 'Go Green', Nomor 5 Bikin Industri Penerbangan Teriak 'Yes'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding refining & petrochemical PT Pertamina (Persero) menegaskan pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengelolaan kilang sebagai bagian upaya memenuhi kebutuhan energi nasional. KPI menerapkan enam pilar keberlanjutan yang bertujuan meminimalisir dampak lingkungan, tanpa mengorbankan produktivitas.
Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menyebutkan bahwa keberlanjutan tidak hanya fokus pada operasional kilang, tetapi komitmen perlindungan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal, serta sejalan prinsip environmental, social, & governance (ESG).
“KPI mengimplementasikan prinsip-prinsip ESG sebagai fondasi menjalankan bisnis bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ujar Didik dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga
Kilang Pertamina Cetak 'Yield Valuble' Produk 83,2%, Ini Rahasia Inovasinya
Untuk itu, KPI menurut Didik, menerapkan enam pilar keberlanjutan yang bertujuan meminimalisir dampak lingkungan dan sosial, tanpa mengorbankan produktivitas. Hal ini membuat perusahaan tetap beroperasi menghasilkan produk BBM serta menghasilkan keuntungan dengan cara ramah lingkungan.
Pilar pertama adalah efisiensi energi. Penggunaan energi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mengoperasikan kilang. Untuk itu, KPI melakukan inovasi untuk mengefisienkan penggunaan energi, di antaranya memanfaatkan teknologi, seperti electronic burn Fraction adjuster untuk mengoptimalkan pembakaran bahan bakar di unit pembangkit uap, serta melakukan reengineering komponen kompresor hidrogen guna meningkatkan kinerja mesin.
Pilar kedua, yakni reduksi emisi, yang bertujuan mengurangi emisi karbon dalam operasional kilang. Salah satunya melalui pemanfaatan gas bumi di Kilang Dumai dan Balongan. Hasilnya, KPI mencatat penurunan emisi lebih dari 430 ribu ton CO₂e sepanjang 2024.
Sementara itu, digitalisasi proses menjadi pilar ketiga. KPI memperluas sistem kendali canggih atau advanced process control (APC) di seluruh unit kilang untuk meningkatkan efisiensi, mencegah deviasi operasi, dan menghemat energi.
Pilar keempat, efisiensi sumber daya yang fokus optimalisasi pemakaian energi, air, bahan baku, dan material lainnya agar lebih hemat dan ramah lingkungan. “Tujuannya meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” tutur Didik.
Baca Juga
Tetap Produktif Saat Libur Iduladha, Kilang Pertamina Olah 132 Juta Barel Minyak dalam 5 Bulan
Pada pilar kelima, KPI juga turut mengembangkan produk berbasis energi terbarukan yang lebih rendah karbon, seperti sustainable aviation fuel (SAF) untuk bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau avtur hijau serta renewable diesel (RD) untuk mengurangi jejak karbon.
Pilar keenam adalah keamanan proses dan pencegahan kerugian (process safety and loss prevention). Menurut Didik, melalui pilar ini, KPI menerapkan sistem perlindungan menyeluruh untuk mencegah kecelakaan besar di kilang, sekaligus menjaga keselamatan pekerja, aset, dan lingkungan.

