Kilang Pertamina Cetak 'Yield Valuble' Produk 83,2%, Ini Rahasia Inovasinya
JAKARTA, Investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding refining & petrochemical, mengoptimalkan hasil produksi kilang sepanjang 2024. Salah satu indikator pencapaian itu terlihat dari angka yield valuable produk (YVP) mencapai 83,2%. Hal itu disampaikan Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KPI Tahun Buku 2024 di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
YVP merupakan perbandingan volume total produk yang memiliki nilai lebih tinggi terhadap total volume intake, termasuk minyak mentah dan intermedia.
"Salah satu inovasi yang mendukung pencapaian YVP KPI pada 2024 adalah inovasi Block Mode CDU I di kilang Cilacap," kata Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y. Nasroen dalam keetrangannya, Jumat (27/6/2025).
Baca Juga
Tetap Produktif Saat Libur Iduladha, Kilang Pertamina Olah 132 Juta Barel Minyak dalam 5 Bulan
Hermansyah menjelaskan, inovasi Block Mode CDU I di Kilang Cilacap merupakan inovasi untuk meningkatkan fleksibilitas kilang fuel oil complex I, sehingga dapat beroperasi pada mode bahan bakar minyak (BBM) maupun mode non-bahan bakar minyak (NBBM) untuk meningkatkan konversi YVP kilang Cilacap.
"Inovasi ini bahkan membawa kilang Cilacap meraih capaian YVP tertinggi selama beroperasi. Melalui inovasi ini, kilang Cilacap juga mampu menghasilkan produk Marine Fuel Oil (MFO) dengan kandungan sulfur yang rendah," jelas Hermansyah.
Sepanjang 2024, KPI berhasil mengolah bahan baku sebanyak 320 juta barel. Sebagian besar produk yang dihasilkan atau sekitar 250 juta barel menjadi produk BBM yang terdiri dari produk gasoline series, gasoil series dan bahan bakar pesawat (avtur).
Baca Juga
Shell Tuntaskan Penjualan Kilang Minyak Singapura ke Chandra Asri - Glencore JV
KPI juga memproduksi produk non-BBM sekitar 31 juta barel, di antaranya smooth fluid, propylene, LPG, polytam, breezon MC-32 dan beragam produk green refinery. Selain itu, KPI juga menghasilkan produk lainnya sebanyak 28 juta barel, seperti aspal, sulfur, dan petroleum coke. "Produksi tersebut ditujukan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Hermansyah.
Kinerja operasi tersebut tidak terlepas dari kemampuan KPI dalam menjaga keandalan operasi kilang. Keandalan kilang KPI diukur melalui indikator plant availability factor (PAF) dan tercatat mencapai 99,2%. Keandalan kilang ini didukung oleh pencapaian angka kecelakaan kerja yang nihil.

