Bukit Asam (PTBA) Dorong Transformasi Lewat Budi Daya 'Maggot'
MUARA ENIM, Investortrust.id - Maggot, larva dari lalat black soldier fly (BSF), punya beragam manfaat, mulai pengurai sampah, pakan ternak, hingga obat. Peluang bisnisnya menjanjikan. Untuk itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar pelatihan budi daya dan pengolahan maggot bagi para pemuda di Desa Tanjung Agung, Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).
Pelatihan ini merupakan bagian program transformasi pemberdayaan ekonomi terintegrasi (PETI) yang bertujuan menciptakan alternatif pekerjaan berkelanjutan bagi kelompok rentan di sekitar wilayah operasi perusahaan. Selain itu, mendorong ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga
Cerita Anak Buruh Harian, Fokus Kuliah Berkat Beasiswa Bukit Asam (PTBA)
"Maggot bisa diolah menjadi pakan ternak, bahan pangan, bahkan obat. Ini peluang besar untuk menciptakan bisnis berkelanjutan," ujar ahli budi daya maggot dari Magobox Arie Romanov, yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini dikutip, Kamis (24/4/2025).
Selama pelatihan, 10 pemuda Desa Tanjung Agung dibekali teknik pemilihan bahan baku, manajemen budi daya, hingga strategi pemasaran. Pelatihan ini pun membangkitkan semangat pemuda Desa Tanjung Agung untuk membuat perubahan. "Kami para pemuda tidak ingin hanya jadi penonton. Kami ingin menjadi pelaku utama perubahan di desa sendiri," ujar Ayi Ruslan, salah satu pemuda Desa Tanjung Agung.
Pelatihan turut dihadiri perwakilan pemerintah desa, sekolah, hingga pelaku usaha kuliner di Desa Tanjung Agung. Mereka siap mengirimkan sampah organik untuk mendukung pengembangan usaha budidaya maggot.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Catat Lonjakan Pendapatan Jadi Rp 42,76 Triliun di 2024, Bagaimana Labanya?
Ayi menilai bahwa kolaborasi antara para pemuda, pemerintah, swasta, dan PTBA akan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi desa. "Ini baru awal. Kami ingin Tanjung Agung jadi contoh desa mandiri yang mengubah sampah jadi emas," tegasnya.
Budi daya maggot di Desa Tanjung Agung diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di daerah lain. Selanjutnya para peserta pelatihan akan mendapat pendampingan lanjutan dari PTBA, termasuk akses pasar dan teknologi pengolahan.
Sekretaris Desa Tanjung Agung Rudi Hartono mengatakan bahwa pengembangan usaha budi daya maggot selaras dengan visi Pemerintah Desa Tanjung Agung. "Ini jawaban atas dua masalah sekaligus, yaitu pengurangan sampah dan penguatan ketahanan pangan. Kami akan sinergikan dengan program desa lainnya," tutupnya.

