Jalankan Transformasi Bisnis, Bukit Asam (PTBA) Garap Dua Segmen Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai menjalankan transformasi bisnis dengan menggarap dua segmen, yaitu segmen batu bara dan derivatif, serta segmen deversifikasi. Transformasi bisnis merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) Bukit Asam 2025-2029.
“Ini salah satu upaya kami mendukung aspirasi MIND ID sebagai holding untuk masuk Fortune Global 500 melalui visi PTBA menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan,” ujar Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk Bukit Asam, Turino Yulianto dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media massa di Jakarta, Kamis (7/8/2025) malam.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Lipatgandakan Produksi Batu Bara Menjadi 100 Juta Ton, Ada Apa?
Turino mengungkapkan, transformasi bisnis yang dijalankan Bukit Asam mencakup lima tema strategis. Pertama yaitu peningkatan pengelolaan sumber daya dan cadangan. Kedua, strategi kepemimpinan pasar, agresivitas produksi, dan kinerja operasi. Ketiga, penguatan bisnis di industri energi dan pengembangan hiliirisasi.
“Tema keempat adalah transformasi proses bisnis. Nah, yang kelima yaitu enabler pengembangan center of excellence dan optimalisasi portofolio,” tutur dia.
Untuk mencapai target tersebut, menurut Turino, Bukit Asam menerapkan dua strategi, yaitu bisnis dan dekarbonisasi. Dalam strategi bisnis, perseroan mengoptimalkan pendapatan dari bisnis di segmen batu bara dan derivatif serta diversifikasi pendapatan dari bisnis nonpenjualan batu bara. Sedangkan dalam strategi dekarbonisasi, perseroan mengurangi emisi demi mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Turino Yulianto menjelaskan, strategi bisnis perseroan ditopang lima pilar, yakni pilar tambang, logistik, infrastruktur, dan trading (perdagangan), pilar downstream (hilir), energi, dan utilitias, serta pilar bisnis berkelanjutan (green business). Adapun strategi dekarbonisasi terdiri atas dekarbonisasi operasional, transisisi ke portofolio lebih bersih, serta offset emisi.
Pada pilar tambang, kata Turino, perseroan siap mengakuisisi tambang baru yang potensial, baik di dalam maupun di luar negeri. “Itu untuk mendukung komersialisasi penjualan batu bara dan hilirisasi jika diperlukan,” tandas dia.
Dia menambahkan, pada pilar logistik, infrastruktur, dan trading, Bukit Asam sedang mengembangkan Terminal Ekspor (TE) Kramasan yang ditargetkan rampung dan beroprasi mulai kuartal II-2026. Opsi lainnya yaitu angkutan via PT Kereta Api Indonesia (KAI) slot PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), atau TE Tarahan II dan conveyor system - TE Sungai Musi.
Baca Juga
Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Semester I Naik Menjadi Rp 20,45 Triliun, Bagaimana dengan Labanya?
“Untuk infrastruktur, kami menyiapkan Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE),” ucap dia.
Sementara itu, pada segmen diversifikasi, Bukit Asam akan mengolah batu bara menjadi grafit buatan dan lembaran anoda. Perseroan juga akan mengolah batu bara menjadi dimethyl ether (DME), synthetic natural gas (SNG), metanol, dan amonia.
“Kecuali itu, perseroan bakal menjadi penyedia energi Grup MIND ID dan menjadi independent power producer (IPP) atau rantai nilai bisnis energi lainnya,” papar dia.

