Pertamina NRE Bangun PLTS untuk Dukung Produksi Jamur
KARAWANG, Investortrust.id – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2 kilowatt peak (kWp) dengan baterai penyimpanan 5 kilowatt hours (kWh), yang dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi jamur di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.
"Melalui konsep Desa Energi Berdikari, petani jamur menikmati efisiensi biaya produksi dan peningkatan produktivitas," kata Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi dalam keterangannya, Senin (24/3/2025).
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Catat Produksi Listrik Area Lumut Balai Lampaui Target 2024
Dia mengatakan, pembangunan PLTS ini merupakan bagian program Desa Energi Berdikari untuk mendukung transisi energi bersih dan ketahanan ekonomi masyarakat.
“Dengan pemanfaatan PLTS ini, petani jamur di Cilamaya bisa menghemat biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen mereka,” kata dia.
Dicky mengatakan, keberadaan PLTS skala kecil ini menjadi langkah dalam upaya diversifikasi energi dan penerapan prinsip keberlanjutan di Cilamaya.
Seiring meningkatnya permintaan jamur pada Ramadan, para petani di Cilamaya kini mampu meningkatkan produksi dengan biaya lebih efisien. Sebelumnya, mereka bergantung pada listrik konvensional yang memakan biaya besar, terutama untuk sterilisasi bibit dan pengoperasian pompa air yang memerlukan daya tinggi.
Baca Juga
Dengan adanya PLTS, biaya listrik bisa ditekan secara signifikan sehingga memungkinkan petani mengalokasikan dana ke sektor lain, seperti pengembangan varietas jamur dan peningkatan kapasitas produksi.
Tidak hanya menghemat biaya listrik hingga 90%, keberadaan PLTS juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Dengan produksi jamur yang meningkat, peluang usaha lain, seperti pengolahan jamur menjadi produk makanan olahan pun berkembang.
Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksi berkurang, sejalan target net zero emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah.
Cilamaya menjadi kawasan strategis dalam pengembangan energi mengingat di wilayah ini beroperasi pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) terbesar di Asia Tenggara, yang dikelola oleh PT Jawa Satu Power, perusahaan afiliasi Pertamina NRE, dengan kapasitas 1.760 megawatt (MW).

