Ekonomi Desa Karawang Tumbuh Berkat PLTS Pertamina dan Budi Daya Jamur Merang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Karawang yang pernah mencatat tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Barat pada 2021 kini mencatat kemajuan signifikan berkat pembenahan di sektor ekonomi, termasuk agroindustri. Salah satu penggerak utamanya adalah budi daya jamur merang yang didukung pemanfaatan energi terbarukan melalui program Desa Energi Berdikari Pertamina.
Melalui program ini, petani lokal di Desa Muara, Cilamaya Wetan, Karawang dapat menekan biaya operasional, meningkatkan pendapatan, sekaligus berkontribusi menurunkan emisi karbon.
Baca Juga
Rilis 'Roadmap' 2025–2029, Pertamina Bidik Produksi Minyak 914 MBOPD
Ketua Kelompok Tani Tirta Makmur, Ikin, mengungkapkan tantangan yang dihadapi petani jamur merang adalah tingginya biaya operasional, khususnya untuk listrik. “Meningkatnya permintaan produk jamur menjadi peluang bagi petani, namun biaya operasional belum dapat menutupi biaya yang dikeluarkan,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (14/9/2025).
Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina menjadi solusi. Pertamina memperkenalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada September 2024, dimanfaatkan untuk pompa air, penetasan telur ayam, dan penerangan. “Pertamina juga memberikan jasa perawatan, pendampingan, dan pembinaan,” kata Ikin.
Pada Juli 2025, kapasitas PLTS ditingkatkan dari 2,2 kWp menjadi 6,6 kWp dengan baterai 15 kWh. Hasilnya, biaya listrik turun Rp 13,9 juta per tahun, memberikan manfaat langsung bagi 1.200 warga. Selain itu, penggunaan energi terbarukan berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 8,58 ton CO₂e per tahun.
Ikin menyebut pemanfaatan PLTS memberi dampak berganda. “Kelebihan daya listrik bisa digunakan untuk pengembangan usaha lainnya,” ujarnya.
Kelompok tani kini mengembangkan pertanian terintegrasi untuk budi daya jamur, jambu kristal, mangga, kembang kol, cabai rawit, ternak ayam kampung, produksi kompos organik, dan pengolahan limbah.
Baca Juga
Puncaki Daftar Fortune Indonesia 100, Pertamina Raih Pendapatan Rp 1.200 Triliun
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menegaskan komitmen Pertamina dalam menghadirkan energi bersih. “Program Desa Energi Berdikari mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan, dan mengatasi ketimpangan akses energi,” kata Fadjar.
Menurutnya, Pertamina memiliki 176 program DEB di seluruh Indonesia, 70% di antaranya berada di luar Pulau Jawa. “Program ini telah memberi manfaat bagi 186.316 penerima manfaat, menghasilkan energi listrik dari EBT sebesar 757.759 Watt Peak, serta menurunkan emisi karbon 729.808 ton CO₂e per tahun. Dampak ekonominya mencapai Rp 3,7 miliar per tahun,” jelasnya.

