Sabet Predikat Global Top Rated Industry, Pertamina Pertahankan Tingkat Risiko ESG
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mampu mempertahankan tingkat risiko lingkungan, sosial dan tata kelola (environmental, social and governance/ESG) pada level medium risk atau risiko sedang. Pertamina masuk dalam Global 50 Top Rated Industry pada Annual List of ESG yang diterbitkan lembaga rating ESG independen, Morningstar Sustainalytics.
Sustainalytics menilai industri minyak dan gas (migas) sarat risiko, baik risiko operasional maupun emisi yang dihasilkan. Ini menjadi tantangan Pertamina untuk menerapkan kebijakan dan upaya keberlanjutan, sehingga Pertamina dinilai mampu menjaga risiko ESG, serta tanpa ada insiden signifikan bagi keberlangsungan bisnisnya.
Baca Juga
Di Depan Pemimpin Bisnis Global WEF 2025, Pertamina Tegaskan Komitmen Keberlanjutan
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, ESG menjadi fokus Pertamina, sejalan strategi bisnis "Dual Growth Strategy". Pada strategi ini, Pertamina menjalankan bisnis eksisting penyediaan energi ke masyarakat Indonesia, di sisi lain meningkatkan inovasi dan penggunaan energi hijau.
"Dengan strategi tersebut, Pertamina berupaya mengelola risiko bisnis, sekaligus menurunkan emisi operasional maupun membuat produk ramah lingkungan," jelas Fadjar dalam keterangan yang diterima, Senin (27/1/2025).
Fadjar menambahkan, sustainalytics meningkatkan bobot skor pada indikator implementasi, tak hanya indikator kebijakan (policy). Melalui metode penilaian unsolicited atau inisiatif penilaian dari lembaga rating, pada Desember 2024, Pertamina memperoleh skor 26,9 yang mencerminkan tingkat risiko sedang
Baca Juga
Isi Avtur Perdana di Bandara Singkawang, Pertamina Amankan Pasokan Energi Jelang Imlek
"Skor ESG Pertamina berada dalam posisi baik, mengingat tingginya risiko ESG yang dihadapi perusahaan di bidang eksplorasi, eksploitasi, produksi dan pengolahan migas cukup tinggi. Skor baru ini juga mencerminkan posisi yang kuat dibandingkan perusahaan-perusahaan sejenis lainnya," jelas Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan di bidang transisi energi, berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian sustainable development goals (SDGs).

