Isi Avtur Perdana di Bandara Singkawang, Pertamina Amankan Pasokan Energi Jelang Imlek
SINGKAWANG, investortrust.id – PT Pertamina Patra Niaga, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio melakukan pengisian avtur perdana di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat untuk pesawat Super Air Jet tipe Airbus A320 dan Transnusa Aviation Mandiri tipe Airbus A320 pada Senin (20/1/2025). Langkah ini untuk mendukung operasional penerbangan di bandara baru tersebut, terutama menjelang Imlek.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya menyatakan bahwa kehadiran Pertamina di Bandara Singkawang mendukung pertumbuhan transportasi udara di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Sarfas BBM, LPG dan Avtur di Bali Aman Jelang Malam Pergantian Tahun
"Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur di Bandara Singkawang dan seluruh bandara di Kalimantan Barat dalam kondisi aman. Kami terus mengelola distribusi energi dengan baik, termasuk melalui dukungan dari AFT Supadio, untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan, terutama menjelang periode libur perayaan Imlek," ujar Maya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/1/2025).
Lebih lanjut Maya mengatakan, Pertamina Patra Niaga mendukung operasional Bandara Singkawang dengan menyiagakan satu unit mobil refueller berkapasitas tangki 16.000 liter. Komitmen ini bertujuan memastikan kelancaran operasional penerbangan serta menjaga pasokan energi secara berkelanjutan.
Baca Juga
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 19 Bandara, Harga Tiket Ikut Turun
Penerbangan Super Air Jet dan Transnusa Aviation Mandiri saat ini melayani rute charter Jakarta-Singkawang PP setiap hari hingga 31 Januari 2025. Mulai Februari 2025, rute ini direncanakan menjadi penerbangan reguler untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta berbagai kegiatan pariwisata di Singkawang dan sekitarnya.
Maya menambahkan, Pertamina Patra Niaga sebagai subholding commercial & trading PT Pertamina (Persero), saat ini mengelola 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU) yang tersebar di seluruh Indonesia.

