Miliki Pengalaman Global, SMBC Indonesia Dukung Net Zero Emission
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC global) mendukung transisi energi demi mengejar net zero emission di Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan siap mendukung upaya transisi menuju net zero emission dengan pengalaman global yang dimiliki.
Pernyataan ini disampaikan President Director of SMBC Indonesia Henoch Munandar saat ditemui dalam acara Konferensi Pers Transformasi Merek SMBC Indonesia di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa (3/12/2024).
"Kemudian juga ke depan dengan transition misalkan net zero. Kami dengan pengalaman global tentu mendukung dalam rangka misalkan net zero emission," ujar Henoch.
Henoch menjelaskan, perusahaan memiliki banyak dukungan dari lembaga-lembaga multinasional, termasuk menjadi bank pertama yang menerima kepercayaan dari International Finance Corporation (IFC) senilai US$ 500 juta untuk mendukung portfolio green social di Indonesia.
"Nah ini juga kami bisa memberikan solusi kebutuhan bagi nasabah-nasabah korporasi di Indonesia yang mau melakukan katakan transition energy dengan bekerja sama dengan kami, SMBC, dengan dukungan SMBC global. Ini salah satu contoh," jelas Henoch.
Sebelumnya diberitakan Investortrust, Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia akan mencapai net zero emission sebelum 2050. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi ketiga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Brasil, Selasa (19/11/2024). Sesi kali ini mengangkat tema "Sustainable Development and Energy Transition".
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengelola minyak kelapa sawit menjadi biodiesel, produk yang dapat menjadi alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dari fosil. Selain itu, Prabowo mengatakan, Indonesia memiliki panas bumi yang melimpah. Prabowo mengaku berencana mengganti pembangkit listrik tenaga fosil, seperti batu bara dengan energi paas bumi dalam 15 tahun ke depan.
Baca Juga
Perkuat Jalur Bancassurance, Allianz Syariah Rilis Produk Baru untuk Nasabah SMBC Indonesia
"Kami juga memiliki sumber daya panas bumi yang luar biasa, dan kami berencana untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga batu bara dan semua pembangkit listrik tenaga fosil dalam 15 tahun ke depan. Kami berencana untuk membangun lebih dari 75 gigawatt tenaga terbarukan dalam 15 tahun ke depan," jelas Presiden Prabowo.
Presiden juga mengatakan Indonesia akan memaksimalkan posisi geografis yang berada di garis khatulistiwa dengan memanfaatkan tenaga surya. Dikatakan, Indonesia memiliki lebih dari cukup untuk membangun energi berbasis surya.

