BSI Catat Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Rp 62,5 Triliun di Kuartal III 2024
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhitungkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI terus mendukung pembiayaan berkelanjutan atau sustainable financing.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengungkapkan, hingga kuartal ketiga tahun ini portofolio sustainable financing BSI mencapai Rp 62,5 triliun, dengan komposisi green financing sebesar Rp 13,4 triliun dan social financing Rp 49,1 triliun.
“Langkah ini sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM (usaha mikro kecil dan menengah),” ujarnya, dalam paparan kinerja BSI kuartal ketiga 2024, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga
Jika dirinci sejumlah sektor yang dominan dalam penyaluran green financing BSI di kuartal ketiga 2024, antara lain eco efficient, natural resources and sustainable land use, serta renewable energy.
Sementara untuk sektor yang dominan pada penyaluran social financing per September 2024 antara lain di sektor mikro dan small medium enterprise (SME).
Baca Juga
Didominasi Dana Murah, BSI Himpun DPK Rp 301,221 Triliun di Kuartal III-2024
Menurutnya, sejak merger hingga saat ini, portofolio sustainable financing bank berkode saham BRIS ini terus meningkat. Misalnya pada 2021, portofolio sustainable financing sebesar Rp 46,2 triliun yang terdiri dari green financing Rp 6,7 triliun dan social financing Rp 39,5 triliun.
Kemudian berlanjut pada 2022, di mana total portofolio sustainable financing BSI tercatat Rp 51,1 triliun, terdiri dari Rp 9,3 triliun untuk green financing dan Rp 41,9 triliun untuk social financing. Sementara di tahun lalu, portofolio sustainable financing kembali meningkat menjadi Rp 57,7 triliun yang berasal green financing Rp 12,2 triliun dan social financing Rp 45,5 triliun.

