Gunakan B40 Selama 2 Bulan, KA Bogowonto Tak Miliki Kendala Apa pun
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan, KA Bogowonto relasi Lempuyangan–Pasar Senen telah beroperasi tanpa kendala menggunakan bahan bakar ramah lingkungan (biodiesel) B40 selama dua bulan terakhir.
“(KA) Bogowonto sampai saat ini nggak ada kendala dan berjalan dengan baik, dan ini akan terus kita lakukan, karena ini bagian dari program sustainability-nya kita (KAI),” ungkap Vice President Public Relations KAI, Anne Purba saat ditemui di Balai Yasa Manggarai, Jakarta, Kamis (26/9/2024).
Adapun ke depannya, KAI akan mengimplementasikan bahan bakar ini secara bertahap ke trainset atau KA lainnya. “Iya, pasti secara bertahap kita akan mengimplementasikan hal tersebut. Karena kan ini harus diuji coba terus,” imbuh Anne.
Tak sampai di situ, lanjut Anne, KAI telah membuat rencana jangka panjang hingga tahun 2030 untuk pengimplementasian B40 guna mendorong tujuan Sustainability Development Goals (SDGs) perusahaan.
“Bahkan sampai pemasangan tenaga panel surya (di Balai Yasa Manggarai dan Stasiun KAI), kemudian juga pengelolaan limbah di sini (Balai Yasa Manggarai),” ujar dia.
Baca Juga
Uji Coba Perdana Penerapan B40 untuk Kereta Api Digelar, Gunakan KA Bogowonto
Berdasarkan catatan investortrust.id, KAI mendukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam uji coba penerapan B40 untuk bahan bakar kereta api. Uji coba ini dilakukan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta dengan menggunakan KA Bogowonto relasi Lempuyangan-Pasar Senen.
Sebelumnya, Anne Purba mengatakan, bahan bakar B40 ini merupakan campuran solar 60% dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40% yang diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi konsumsi solar dan emisi gas buang.
“KAI sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui penggunaan bahan bakar B40 pada angkutan kereta api. Hal ini sejalan tujuan KAI dalam memberikan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” kata Anne beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi, KAI kini menggunakan 300 juta liter bahan bakar B35. Selama penggunaannya, performa mesin kereta api tetap berjalan tanpa masalah.
Oleh karena itu, menurut Anne, KAI optimistis dengan peralihan dari B35 ke B40 akan berlangsung dengan mulus, mengingat spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama.
Untuk melakukan uji penggunaan B40 ini, KAI membangun fasilitas blending (pencampuran bahan bakar) dan pengisian bahan bakar di 5 lokasi yaitu Cipinang (Jakarta), Arjawinangun (Cirebon), Cepu (Blora), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Pasar Turi (Surabaya).
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, uji kinerja terbatas ini bertujuan untuk menguji ketahanan genset KA Bogowonto selama 1.200 jam. Dengan waktu perkiraan satu kali pulang-pergi (pp) KA Bogowonto dari Lempuyangan ke Pasar Senen 22 jam, diperkirakan akan membutuhkan 50 kali pp, atau sekitar 2 bulanan, untuk mencapai hasil tersebut.
“Kami berharap semua uji penggunaan bisa selesai Desember ini sehingga penggunaan B40 secara penuh bisa dilakukan tahun 2025,” ujar dia.
Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Mustafid Gunawan juga menyampaikan, uji penggunaan pada KA dilakukan untuk bahan bakar mesin lokomotif dan mesin genset KA.
“Uji penggunaan mesin lokomotif dilakukan pada satu kereta barang rute Jakarta–Surabaya. Sedangkan uji genset dilakukan pada KA Bogowonto rute Lempuyangan-Pasar Senen,” kata Mustafid.

