RI Jajaki Kerja Sama Hilirisasi Mineral dengan Afrika
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menjajaki peluang kerja sama hilirisasi industri mineral, terutama lithium, dengan negara-negara Afrika.
Dadan menyebut, hal ini dilakukan untuk mendorong penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dengan negara-negara Afrika dalam sektor energi dan mineral. Pemerintah Indonesia pun menawarkan dua hal.
"Saya baru saja mendengar dari Mozambik, dari Zimbabwe, bahwa mereka memiliki banyak mineral, ada dua hal yang ingin kami tawarkan. Yang pertama adalah berbagi pengalaman kami dalam hal itu, dan yang kedua adalah melakukannya sebagai sebuah kemitraan," jelas Dadan dalam keterangan resmi, Kamis (5/9/2024).
Baca Juga
Indonesia Perluas Kerja Sama Mineral Kritis dengan Afrika untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik
Dadan menegaskan, Indonesia sendiri siap berbagi pengalaman dan menjalin kemitraan yang lebih erat dengan negara-negara Afrika dalam jangka waktu panjang sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.
"Untuk beberapa hal kita berbagi tantangan dan juga peluang yang sama, kita bisa saling melengkapi," ujar dia.
Sebagai informasi, kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika di sektor energi mencakup berbagai inisiatif strategis, terutama dengan Kenya, Tanzania, dan Madagaskar.
Baca Juga
Indonesia sejatinya telah menandatangani beberapa MoU dengan Kenya yang meliputi eksplorasi minyak dan gas, eksplorasi pertambangan, energi terbarukan, serta kerja sama panas bumi.
Bersama Tanzania, kerja sama difokuskan pada eksplorasi perminyakan, pengembangan kapasitas, serta pengembangan sumber daya energi. Sedangkan, Madagaskar bekerja sama dengan PT Timah Tbk dalam eksplorasi chrome dan berencana memperluas ke sektor energi terbarukan.
Kolaborasi B2B juga dilakukan dengan beberapa perusahaan Indonesia, seperti PT Wijaya Karya dan PT LEN Energy, yang terlibat dalam proyek-proyek pembangkit listrik di Afrika.

