RI-Arab Saudi akan Segera Kerja Sama di Sektor Petrokimia hingga Hilirisasi Mineral
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Indonesia akan menandatangani kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kerajaan Arab Saudi.
Hal tersebut diungkapkannya usai menggelar pertemuan dengan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Kerajaan Arab Saudi Yang Mulia Bandar Al-Khorayef secara tertutup di kantornya.
Baca Juga
Arab Saudi Tertarik Investasi Sektor Mineral, MIND ID dan Vale Sudah Dijajaki
Agus mengungkapkan Kerajaan Arab Saudi tengah gencar mengembangkan industri manufaktur di dalam negerinya, sehingga negara tersebut ingin menjalin kerja sama pada sektor petrokimia dan hilirisasi mineral.
"Misalnya bagaimana kita ingin Kerjasama, khususnya di bidang petrokimia, karena Indonesia membutuhkan downstreaming dari petrokimia untuk mendukung sektor- sektor turunannya, di mana petrokimia itu merupakan mother of all industry," ucapnya, Rabu (16/4/2025).
Menperin Agus berharap kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dapat meningkatkan nilai perdagangan kedua negara. Apalagi berdasarkan data 2024, jumlah transaksi perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi tercatat masih rendah, yakni US$ 3,3 miliar.
Baca Juga
Investor Rusia Inginkan Stabilitas Politik dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia
"Saya kira room to grow-nya begitu besar, saya tidak bicara soal surplus atau defisit, karena memang faktanya kita defisit," terang Agus Gumiwang.
Lebih lanjut, Menperin Agus menyebutkan penandatanganan MoU ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, ia menginginkan kerja sama ini akan dibatasi sektor-sektor cakupannya guna mendapatkan proyek yang mudah dijangkau serta cepat.
"Karena ini MoU saya tidak mau MOU hanya untuk memuaskan dahaga hubungan antara dua negara. Ini MoU-nya it has to work, harus berjalan dan oleh sebab itu low hanging fruit-nya harus kita cari, quick win-nya harus kita cari," paparnya.

