Pro dan Kontra NFT dari Segi Lingkungan
JAKARTA, investortrust.id - Non fungible tokens (NFT) telah menjadi fenomena yang menarik perhatian global. Namun, popularitas NFT ini juga mendatangkan kritik, terutama terkait dampak lingkungannya yang signifikan karena penggunaan energi yang tinggi dalam proses transaksinya.
Dikutip dari Pintu Academy, Kamis (22/8/2024) NFT adalah aset digital yang unik dan tidak dapat dipertukarkan, dan NFT disimpan dalam teknologi blockchain. Karya-karya seni digital dalam bentuk NFT telah terjual hingga jutaan dolar, yang menunjukkan nilai dan permintaan yang tinggi terhadap mereka.
Di tengah popularitasnya, NFT mendapatkan kritik yang berfokus pada konsumsi energi besardari jaringan blockchain seperti Ethereum yang menggunakan mekanisme proof of work (PoW). Jaringan ini membutuhkan daya listrik besar yang menghasilkan emisi karbon signifikan, sehingga membawa dampak negatif terhadap lingkungan.
Baca Juga
Transaksi NFT pada jaringan Ethereum menggunakan jumlah energi yang besar, denganpenelitian menunjukkan bahwa Ethereum mengkonsumsi 23 terawatt jam per tahun, menghasilkan emisi karbon sekitar 7 megaton CO2 per tahun. Ini setara dengan konsumsi energitahunan negara-negara kecil hingga penggunaan beberapa pembangkit listrik batu bara.
Walaupun banyak dikritik, ada juga langkah positif yang sedang ditempuh untuk mengurangi dampak lingkungan NFT:
Baca Juga
Banyak Peminat, Donald Trump Bakal Rilis Koleksi NFT Keempat
Sementara NFT menawarkan potensi besar dalam dunia digital dan seni, penting untuk mengakuidan mengatasi tantangan lingkungan yang mereka hadirkan. Dengan inovasi dan perbaikanberkelanjutan dalam teknologi blockchain, industri NFT berpotensi untuk berkembang menjadilebih berkelanjutan di masa depan.

