Banyak Peminat, Donald Trump Bakal Rilis Koleksi NFT Keempat
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk merilis koleksi non fungible token (NFT) keempat. Rencana tersebut diungkapkan berdasarkan wawancara luas dengan Trump yang diterbitkan di Bloomberg Businessweek pada Selasa (16/7/2024). Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan koleksi sebelumnya sangat sukses dan terjual habis dalam sehari.
"Semuanya terjual habis 45.000 kartu. Dan saya melakukannya tiga kali (dan) saya akan melakukannya lagi, karena orang-orang ingin saya melakukannya lagi. Semangatnya luar biasa. Indah," ujar Trump, dilansir dari CoinDesk pada Rabu (17/7/2024).
Trump sebelumnya menggoda dengan ide merilis koleksi NFT keempat di sebuah acara untuk pemegang NFT foto dirinya di Mar-a-Lago pada Mei 2024, tetapi tidak berkomitmen pada saat itu.
“Saya percaya pada penawaran dan permintaan. Dan seperti yang Anda tahu, satu berhasil, dua berhasil, tiga berhasil. Pada suatu titik mungkin itu akan berubah," ungkap Trump.
Namun, seiring dengan terus berlanjutnya dukungan industri kripto terhadap kampanye pemilihan ulang Trump, mantan presiden tersebut tampaknya semakin nyaman menerima NFT dan kripto.
Pada Mei 2024, kampanye Trump mulai menerima sumbangan kripto. Sebuah laporan dari Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip data baru dari Komisi Pemilihan Umum Federal (FEC) menemukan, dari sekitar US$ 331 juta yang dikumpulkan oleh kampanye pemilihan Trump pada kuartal lalu, sekitar US$ 3 juta berupa kripto.
Lebih lanjut, baru-baru ini, Trump mengumumkan senator pro-Bitcoin JD Vance (R-Ohio) sebagai pilihannya untuk calon wakil presiden.
Pemain utama dalam industri kripto, termasuk salah seorang pendiri Kraken, Jesse Powell, dan salah seorang pendiri Gemini, Tyler dan Cameron Winklevoss, telah menyumbangkan sejumlah besar uang untuk kampanye pemilihan kembali Trump.
"Ini tidak akan hilang. Ini luar biasa," kata Trump tentang kripto, seraya menambahkan bahwa ia mengenal banyak orang dari industri kripto di acara penggalangan dananya, menyebut mereka sebagai orang-orang papan atas.
Baca Juga
Trump Pilih JD Vance "Pro Bitcoin" Sebagai Wapres, Analis: BTC Dapat Sentimen Positif Lagi
Trump yang dulunya skeptis terhadap kripto, mengatakan bahwa ia beralih untuk merangkul industri tersebut karena jika AS tidak melakukannya, Cina atau negara lain akan mendominasinya.
"Tetapi kemungkinan besar Cina. Cina sangat tertarik dengan hal itu. Kita punya fondasi yang bagus. Industri ini masih bayi. Masih bayi sekarang. Tapi saya tidak mau bertanggung jawab karena membiarkan negara lain mengambil alih bidang ini," jelas Trump.

