Soal Pro-Kontra Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Istana: Bagian dari Aspirasi
JAKARTA, investortrust.id - Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons pro dan kontra terkait wacana pemberian gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto. Pras, sapaan Prasetyo Hadi mengatakan, pro dan kontra tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat.
"Bahwa ada pro kontra, bahwa ada yang mungkin setuju mungkin tidak itu bagian dari aspirasi," kata Pras, sapaan Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
FH UGM Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Meski demikian, Pras mengajak masyarakat untuk melihat secara arif dan bijaksana. Pras mengajak masyarakat menghargai dan menghormati jasa-jasa para pemimpin terdahulu.
"Marilah kita arif dan bijaksana belajar menjadi dewasa sebagai sebuah bangsa untuk kita menghormati dan menghargai jasa-jasa para pendahulu. Mari kita kurangi untuk selalu melihat kekurangan-kekurangan," katanya.
Baca Juga
Anggota DPR Rachmat Gobel Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Terkait nama-nama calon pahlawan nasional, Pras menyatakan hal itu akan disampaikan pada Senin (10/11/2025) atau bertepatan dengan Hari Pahlawan. Pras belum mengetahui secara pasti nama-nama yang mendapat gelar pahlawan nasional. Namun, Pras memastikan pemberian gelar pahlawan telah melalui prosedur.
"Untuk gelar pahlawan rencana akan insyaallah mungkin hari Senin. Nanti akan ada semacam keputusan pemberian gelar pahlawan nasional," katanya.

