OJK Akan Perkuat Regulasi untuk Dorong ESG Pasar Modal
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperkuat regulasi untuk mendorong penerapan tata kelola, lingkungan, dan sosial (environmental, social, and governance/ESG) di pasar modal Indonesia.
“Kami tentu di OJK terus akan memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas para pelaku pasar, dan terus aktif membangun ekosistem nasional yang diperlukan untuk mendorong ESG,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam pesan video (virtual) pada HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (12/8/2024).
Baca Juga
Konsisten Terapkan GCG, BRI Dinobatkan Sebagai Indonesia Most Trusted Company
Dia menegaskan, ESG adalah hal penting yang harus dikembangkan dan diperkuat karena telah jadi fokus utama dari pasar keuangan global, termasuk di Indonesia.
“ESG tidak hanya jadi alternatif investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan dan Masyarakat,” tandas dia.
Mahendra mengingatkan, penerapan ESG yang baik dapat meningkatkan reputasi perusahaan, memitigasi risiko, dan menciptakan peluang baik. Dalam konteks pasar modal, ESG juga membantu mendorong transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis.
“Sebagai bagian dari komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim, Indonesia juga telah meluncurkan bursa karbon yang menjadi pusat perdagangan karbon di Indonesia,” papar mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut.
Baca Juga
BSI Pertegas Komitmen Implementasikan Prinsip GCG, Langkah Ini yang Ditempuh
Dengan keberadaan bursa karbon, menurut Mahendra Siregar, OJK lebih optimistis mencapai target pengurangan emisi yang telah disepakati pemerintah dan menjadi komitmen Indonesia terhadap perjanjian global. Kesepakatan yang turut ditandatangani pemerintah Indonesia itu dipercaya dapat dicapai secara konsisten.
Mahendra menambahkan, OJK juga akan mewujudkan perusahaan global yang semakin inklusif dan berkembang cepat. “Harapan besarnya, investor pasar modal memberikan kontribusi nilai tambah yang semakin penting bagi pembangunan nasional,” tutur dia.

