Kadin Sebut Faktor Biaya Jadi Kendala Implementasi ESG Bagi UMKM
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut bahwa implementasi bisnis berlingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) yang baik, umumnya membutuhkan biaya dan sumber daya tambahan.
Wakil Ketua Koordinator Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Shinta W Kamdani mengatakan, tambahan dimaksud, diperlukan pada bagian pelatihan karyawan, pengembangan sistem, dan audit.
“Perusahaan, apalagi UMKM bisa terbebani dengan biaya dan sumber daya yang terbatas untuk menerapkan ESG,” ujarnya di pembukaan Road to Sustainable Reaction for the Future Economy (SAFE) di Main Hall Gedung BEI, Senin (22/7/2024).
Kadin tak bisa memungkiri, masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi perusahaan dalam mengimplementasikan kriteria ESG. “Sebagai contohnya, kesadaran dan pemahaman kami serta keterbatasan sumber daya dan infrastruktur budaya bisnis yang terfokus pada tujuan jangka pendek,” sambung dia.
Baca Juga
Survei: 63% Emiten di Asia-Pasifik Buktikan Kinerja Produk Investasi ESG Lebih Baik
Oleh karena itu, Shinta menegaskan bahwa upaya meningkatkan pemahaman dan mendorong penerapan ESG perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.
Hal itu sejalan dengan upaya penetapan investasi pembangunan berkelanjutan berbasis ESG yang dilakukan dengan mengintegrasikan kerja sama dan kolaborasi antar-investor, koperasi selaku sektor swasta, hingga institusi keuangan.
Dalam konteks nasional, sebagai payung sektor bisnis dan industri di Indonesia, Kadin dianggap memainkan peran penting yang krusial.
Menyadari pentingnya pemahaman ESG, Kadin membentuk kelompok kerja sustainability mendorong perdagangan karbon, perdagangan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, maupun pengembangan bisnis-bisnis berbasis lingkungan.
“Salah satu dari bagian kelompok kerja di Indonesia kami membentuk yang namanya ESG Task Force yang telah membuat panduan khusus pengintegrasian ESG ke dalam operasional perusahaan,” papar Shinta.
Baca Juga
OJK Catat AUM Reksa Dana Berbasis ESG Tembus Rp 8,21 Triliun
Panduan ini dapat diunduh secara gratis pada website Kadin. Selain itu, mereka melanjutkan penyusunan panduan tersebut untuk diimplementasikan UMKM, serta panduan manajemen emisi karbon dan dekarbonisasi.
Kadin juga memiliki panduan investasi lestari kerja sama dengan koalisi bumi dan Apindo.
“Berlandaskan komitmen tersebut, kami secara konsisten mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ESG di sektor bisnis dan kami menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Shinta.
Oleh sebab itu, selaras dengan komitmen dan fokus Kadin dalam mendorong percepatan target net zero emissions dan mewujudkan ekonomi berkelanjutan, Kadin merasa penting untuk mendukung juga acara siang tadi, khususnya bersama dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia.
“Kami mengajak seluruh pengaku kepentingan untuk bersama-sama mengambil peranan yang lebih akur dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (CR-10)

