Survei: 63% Emiten di Asia-Pasifik Buktikan Kinerja Produk Investasi ESG Lebih Baik
JAKARTA, investortrust.id – Riset dari The Economist Intelligence Unit tentang pembiayaan keberlanjutan menunjukkan, 161 investor dan 154 emiten di seluruh Asia Pasifik, serta 68% investor dan 63% emiten membuktikan bahwa produk investasi ESG berkinerja lebih baik.
“Investasi dan pembiayaan keberlanjutan mereka berkinerja lebih baik daripada investasi tradisional yang setara,” tegas Wakil Ketua Koordinator Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Shinta W Kamdani pada pembukaan Road to Sustainable Reaction for the Future Economy (SAFE) di Main Hall Gedung BEI, Senin (22/7/2024).
Shinta pun menyimpulkan bahwa adopsi lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sangat berkorelasi dengan kinerja ekonomi dan pertumbuhan perusahaan.
“Di Bursa Efek Indonesia (BEI) nasional, ESG juga terbukti berkorelasi terhadap imbal hasil (return) yang lebih tinggi,” sambung Shinta.
Hal tersebut didukung dengan Sustainable and Responsible Investment (SRI) Kehati Stock Index dan ESG Index SRI Kehati yang mampu mengungguli IHSG dan idx LQ45 dalam hal return. Bahkan sepanjang COVID-19, dia menyebutkan, pembiayaan berkelanjutan (sustainable funds) memiliki performa lebih kuat dan tahan (resilient) daripada pendanaan konvensional (conventional funds).
Baca Juga
OJK Catat AUM Reksa Dana Berbasis ESG Tembus Rp 8,21 Triliun
Oleh karena itu, implementasi ESG yang efektif ditegaskan, tidak hanya meningkatkan citra dan nilai perusahaan tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang signifikan.
“Tidak hanya bagi investor, ESG juga menjadi penting bagi perusahaan khususnya dalam keputusan investasi yang berkorelasi dengan pengembangan bisnis. Hal ini akan dibuktikan perusahaan, bagaimana operasional dapat dijalankan,” jelas Shinta lebih lanjut.
ESG juga, tambah dia, berkaitan dengan transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan karena berkontribusi langsung pada Sustainable Development Goal’s (SDG’s) sebagai acuan tujuan global.
Hal tersebut dikarenakan ESG menggunakan sistem peringkat (rating system) yang digunakan perusahaan untuk mengukur kinerja di tiga area, yakni environment,lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Baca Juga
Kadin: 26% Investor Global Jadikan ESG sebagai Navigasi Investasi
Kadin percaya, ESG mampu menciptakan nilai jangka panjang untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera. Sebab, hal ini berkaitan dengan bagaimana perusahaan menerapkan SDG’s ke dalam operasional dan keputusan investasi.
“ESG juga dapat mengikuti pengukuran risiko bisnis dan indikator ESG dapat memengaruhi kinerja investasi di dalam perusahaan. Alhasil membantu meningkatkan kinerja keberlanjutan, manajemen, dan kebijakan risiko pengembalian (return),” pungkasnya. (CR-10)

