Bos Tuku Jawab Tantangan Perubahan Iklim yang Bikin Produktivitas Kopi Anjlok
JAKARTA, investortrust.id - Founder dan CEO Kopi Tuku Andanu Prasetyo menjawab tantangan perubahan iklim secara global yang dapat mempengaruhi produktivitas bahan baku kopi itu sendiri. Pasalnya, jika iklim terlalu dingin, maka pohon kopi menjadi membeku, dan membuat produktivitasnya tidak terlalu baik.
Sedangkan iklim panas pun akan mempengaruhi prosesnya menjadi tidak optimal. Sehingga, menurut pria yang akrab disapa Tyo ini, perubahan iklim tersebut membuat rasio produktivitas kopi menjadi menurun dari tahun ke tahun.
"Dan itu akhirnya mempengaruhi harga kopi dunia yang akhirnya juga mempengaruhi tingkat konsumsi di beberapa negara," ucap Tyo saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2024).
Baca Juga
Bantu UMKM, BCA Salurkan KUR kepada Pengusaha Kedai Kopi di Bali
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Tyo mengatakan bahwa Kopi Tuku saat ini terus berinovasi dan berkoordinasi, khususnya pada bagian hulu, yakni perkebunan kopi di Indonesia.
"Nah sekarang kita di Toko Kopi Tuku perlu berinovasi terus dan berkoordinasi terus dengan teman-teman di hulu kita di Indonesia, supaya apa pun yang terjadi di global, kita juga bisa memperbaiki melalui apa pun yang sudah ada di perkebunan kita saat ini," paparnya.
Kendati demikian, Tyo mengatakan tantangan tersebut merupakan kondisi yang terus dihadapi oleh pelaku usaha di bidang minuman kopi. Maka dari itu, ia berharap seluruh industri yang bergerak di sektor ini dapat memberikan solusi untuk menyelesaikannya.
"Sekarang bagaimana caranya kita semua bersinergi, makanya tadi tahap pertamanya untuk menjadi lokomotif, kita harus terus bersinergi supaya masalah itu bisa selesai bersama-sama," tandas Tyo.

