Bos 'Roastery' Tuku Beri Pesan ke Prabowo Soal Industri Kopi Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - PT Berangan Ragam Rasa (Beragam), roastery yang memasok biji kopi untuk Toko Kopi Tuku, menyampaikan pesan ke Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan industri kopi Indonesia di tahun 2025.
Direktur PT Beragam, Nur Jamila menyatakan, biaya logistik saat ini masih menjadi tantangan bagi seluruh dunia industri, utamanya komoditas kopi.
''Kami berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam mengatasi tantangan, seperti tingginya biaya logistik domestik dan ekspor, yang selama ini menjadi hambatan,'' kata Jamila saat dihubungi investortrust.id, Sabtu (25/1/2025).
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga harus menjembatani perusahaan-perusahaan kopi menuju panggung internasional.
''Dukungan untuk membuka peluang pasar baru akan sangat membantu meningkatkan daya saing kopi Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh pelaku industri,'' ucap Jamila.
Menurut Jamila, PT Beragam telah beberapa kali mengikuti acara internasional seperti Amsterdam Coffee Festival, World of Coffee Busan, dan Seoul Cafe di tahun 2024. Bahkan, lanjutnya, pihaknya sudah mengekspor biji kopi ke Malaysia.
"Perusahaan juga sempat mendukung Toko Kopi Tuku saat membuka pop up store di Gangnam, Seoul (Korea Selatan) bulan Maret (2024) lalu," imbuh dia.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) edisi 15 Januari 2025, nilai ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan Indonesia tembus di angka US$ 5,71 miliar atau naik 63,21% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya sejumlah US$ 4,40 miliar imbas meningkatnya ekspor kopi.
Adapun dari sisi logistik, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memprediksi pertumbuhan bisnis rantai pasok dan logistik di tahun 2025 akan tembus di level 7-10%.
"Dalam teropong ALI, setiap perkembangan nilai perdagangan, maka terkandung pula perkembangan volume pergerakan barangnya. Sehingga ALI memprediksi, skenario yang mungkin terjadi adalah skenario moderat, yaitu pertumbuhan bisnis rantai pasok dan logistik di Indonesia tahun 2025 diangka 7-10%," kata Mahendra dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/1/2025).
Pertumbuhan optimistis itu, menurut Mahendra, berasal dari hasil analisis proyeksi perekonomian Indonesia yang akan tumbuh sebesar 5-5,1% (BPS, 2025), serta proyeksi volume ekspor Indonesia sebesar 7,1% (Kementerian Perdagangan, 2025), dan pertumbuhan sektor usaha transportasi dan pergudangan sebesar 9,11% (BPS, Q4 2024).

