BNI Jadi Pelopor Green Bonds di Indonesia, Sejauh Mana Penyalurannya?
JAKARTA, investortrust.id - David Pirzada, Direktur Risk Management PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengatakan, BNI telah menjadi pelopor green bonds di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan penerbitan green bonds senilai 5 triliun pada pertengahan tahun lalu.
“BNI mengeluarkan green bonds sejumlah Rp 5 triliun dan itu pertama kali di Indonesia dalam garansi rupiah,” ujar David dalam acara BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Pelataran, Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Setelah BNI sebagai peionir, sejumlah korporasi kemudian menyusul, dan lebih marak pada tahun 2023 ini. Beberapa korporasi yang menerbitkan green bonds seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Program ini sudah didukung oleh peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.60 /POJK.04/2017 Tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond).
Baca Juga
Kembangkan Energi Hijau Berbasis Nuklir, Azet Surya Lestari Gandeng USNC dan BRIN
Menurut David, BNI telah menyalurkan sekitar 80% dari total dana hasil emisi green bonds sebesar Rp 5 triliun tersebut. Mengutip peraturan OJK, menurut David, minimal 70% dari pendanaan green bonds harus disalurkan kepada sektor-sektor green seperti renewable energy, transportasi ramah lingkungan, dan green buildings.
Pasca penyaluran dana tersebut, kata David, BNI kemudian menghitung dampak pengurangan emisi. “Dari Rp 5 triliun yang sudah disalurkan, total reduction dari emisi sekitar 230 ribu ton CO2,” terang David.
“Dan kita bisa memperbaiki sekitar 314 ribu hectare lahan yang kita protect di dalam forest conscession,” tegasnya. (CR-5)
Baca Juga

