Tembus Level Rp 70, Sejauh Mana Saham GOTO bakal Naik? Simak Perhitungan Dua Analis Ini
JAKARTA, investortrust.id– Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil tembus level Rp 70 atau harga tertinggi baru terhitung sejak 30 Mei 2024 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/9/2024).
Selain cetak level tertinggi baru dalam empat bulan terakhir, saham GOTO berhasil cetak penguatan harga lebih dari 37% dalam tiga bulan terakhir dan penguatan mencapai lebih dari 34% dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
IHSG Optimistis Tembus 8.000 hingga Akhir 2024, Mandiri Sekuritas Beberkan Sejumlah Faktor Ini
Dengan penguatan harga tersebut saham GOTO kian jauh tinggalkan level ‘gocapan’. Meski demikian, pemodal asing terpantau masih agresif jual (net sell) bernilai Rp 670,64 miliar dalam sebulan terakhir. Sedangkan hari ini, asing mulai net buy saham GOTO Rp 55,74 miliar.
Awal penguatan harga saham GOTO terjadi setelah manajemen perseroan mengumumkan kemitraan dengan dua perusahaan raksasi teknologi asal China, yaitu Tencent dan Alibaba. Di antaranya, Tencent akan menyediakan infrastruktur cloud dan layanan digital kepada GOTO.
Perseraon akan memanfaatkan teknologi dan layanan Platform as a Service (PaaS) dari Tencent Cloud untuk mendukung ekosistem GoTo Group secara menyeluruh dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
GOTO Tutup Operasional di Vietnam, Manajemen Beri Penjelasan Ini
Sebelumnya, Direktur Utama GoTo Patrick Walujo menturkan bahwa kemitraan dengan Tencent Cloud bakal mendukung seluruh ekosistem dengan memberikan pengalaman yang terintegrasi dengan seluruh platform GoTo Group. Tencent Cloud memiliki lebih dari 400 solusi teknologi dan konektivitas yang dirancang untuk mendorong transformasi digital.
GOTO juga sebelumnya, 13 September 2024, telah meneken nota kesepahaman dengan Alibaba Cloud. Kerja sama ini memungkinkan GOTO untuk menggunakan layanan teknologi dan kecerdasan Alibaba Cloud dalam lima tahun mendatang. Nantinya, Alibaba Cloud akan menyediakan berbagai layanan terkait cloud, termasuk komputasi cloud, database berbasis cloud, jaringan, keamanan data dan analytics kepada Grup GoTo.
Target Harga
Meski saham teknologi raksasa Indonesia ini telah melesat lebih dari 30% dalam sebulan terakhir. Harga tersebut ternyata masih jauh dari target sejumlah perusahaan sekuritas. Di antaranya, Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya masih mempertahankan pandangan positif terhadap saham ini.
Sekuritas ini menyebutkan bahwa kolaborasi Alibaba dan GOTO dinilai bisa mengurangi overhang harga saham GOTO. Kemitraan tersebut juga bisa menekan biaya cloud perseroan, sehingga rekomendasi saham GOTO dipertahankan beli dengan target harga Rp 125.
Baca Juga
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli, meskipun target harga saham GOTO dipangkas dari target semula Rp 120 menjadi Rp 90 per saham dalam komentar pasar yang diterbitkan pertengahan September.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa kerja sama dengan Alibaba diharapkan mendukung efisiensi biaya lebih lanjut untuk ICT. Kerja sama tersebut juga membuka peluang perseroan untuk bermitra dengan platform lainnya seperti TikTok. Sentimen positif juga datang dari komitmen Alibaba menjadi pemegang saham GOTO dalam jangka panjang.
Grafik Saham GOTO

