Perkuat Infrastruktur Muara Enim, Bukit Asam (PTBA) Bangun 2 'Flyover'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dan para pemangku kepentingan untuk membangun dua flyover di perlintasan sebidang JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sebagai landasan pelaksanaan proyek secara transparan dan akuntabel guna meningkatkan keselamatan masyarakat serta memperlancar mobilitas di kawasan tersebut.
Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) Tbk, perusahaan tambang batu bara anggota MIND ID, Bambang Ismawan mengatakan pembangunan dua flyover merupakan langkah strategis untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus mendukung kelancaran transportasi masyarakat dan operasional kereta api angkutan batu bara di Sumatra Selatan.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Bagi Dividen Rp 1,32 Triliun, 45% Laba 2025
Menurut Bambang, PTBA memandang pembangunan flyover sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang aman sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Pembangunan flyover di JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan wujud tanggung jawab sosial PTBA dalam menjaga keselamatan masyarakat yang sering melalui area perlintasan aktivitas transportasi kereta api angkutan batu bara. Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini, kami menegaskan komitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel," tutur dia dikutip Selasa (7/7/2026).
Untuk pembangunan flyover JPL 99 Simpang Belimbing, PTBA telah menyempurnakan desain konstruksi dari rancangan awal menjadi desain baru dengan panjang bentang sekitar 654 meter dan lebar total 12,5 meter.
Penyempurnaan desain tersebut dilakukan dengan menggunakan material yang lebih andal agar mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan aspek keselamatan bagi pengguna jalan.
Di sisi lain, PTBA juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelesaian pembangunan flyover JPL 111 Ujan Mas melalui mekanisme dan tata kelola yang sama. Langkah tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Bambang menambahkan keberhasilan pembangunan kedua flyover tidak hanya bergantung pada aspek teknis maupun pendanaan, tetapi juga membutuhkan koordinasi dan sinergi yang kuat dari seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi dan koordinasi yang telah terbangun dengan baik agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar. Kami berharap kehadiran flyover ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim dan Sumatera Selatan pada umumnya," tambah Bambang.
Dukung konektivitas dan aktivitas ekonomi
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengapresiasi kolaborasi antara PTBA, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Herman Deru, pembangunan dua flyover tersebut menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
"Pembangunan flyover ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang meningkatkan keselamatan serta memperlancar mobilitas masyarakat. Saya berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan koordinasi agar proyek ini dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muara Enim," jelas Herman Deru.
Baca Juga
Pertamina NRE Gandeng PTBA Bangun PLTS, Dukung Target 100 GW Nasional
Keberadaan flyover di JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik pertemuan lalu lintas jalan raya dengan jalur kereta api angkutan batu bara.
Selain meningkatkan keselamatan, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung kelancaran operasional logistik di Sumatera Selatan.
