Bikin Panen 'Enggak' Pusing Air, Bukti Asam PTBA Hadirkan 2 PLTS Irigasi di Muara Enim
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meresmikan dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) irigasi di Desa Matas dan Desa Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
Direktur Sumber Daya Manusia PTBA Ihsanuddin Usman mengungkapkan, pembangunan dua PLTS irigasi merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam mendorong dan memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di masyarakat.
"Hingga saat ini, PTBA telah membangun 11 PLTS irigasi di sekitar wilayah operasional, antara lain di Nanjungan, Muara Lawai, Tanjung Raja, Karang Raja, dan Tanjung Agung, dengan total penerima manfaat sebanyak 1.169 petani dan luas lahan yang terairi kurang lebih mencapai 639 hektar," kata Ihsanuddin dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).
Ihsanuddin mengatakan, komitmen ini akan terus berlanjut dengan pembangunan tiga PLTS Irigasi lainnya yang saat ini sedang berlangsung di Muara Gula Baru, Kepur, dan Muara Lawai Seberang. Langkah tersebut menurutnya sejalan dengan tujuan mulia PTBA untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan adanya PLTS ini, diharapkan produktivitas petani di Desa Matas dan Tanjung Karangan meningkat dari satu menjadi dua hingga tiga kali panen per tahun, dengan potensi tambahan hasil sekitar 200–300 ton gabah kering giling per tahun," ucapnya.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi kurang lebih 64 petani, PLTS irigasi ini juga turut mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon.
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengapresiasi upaya tersebut. Ia menilai bahwa kontribusi PTBA ini tidak hanya mendukung energi bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas pertanian.
Sementara itu Bupati Muara Enim H Edison menegaskan bahwa PLTS Irigasi ini menjadi bukti nyata peran PTBA dalam pembangunan daerah.
Dua PLTS Irigasi ramah lingkungan tersebut mulai dibangun pada Mei 2025 dan selesai pada bulan Agustus 2025. Masing-masing PLTS memiliki kapasitas terpasang sebesar 11,8 kilowatt peak, dengan jumlah panel sebanyak 20 keping yang berdiri di atas lahan seluas 150 meter persegi, dan mampu mengairi lahan sekitar 20 hektar per desa.

