Fokus Nilai Tambah dan Keberlanjutan, Pertamina Geothermal (PGEO) Tuai Prestasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE kembali menegaskan kiprahnya sebagai perusahaan energi panas bumi berkelas dunia setelah memborong enam penghargaan dalam Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengintegrasikan inovasi, tata kelola, dan budaya perbaikan berkelanjutan untuk menciptakan nilai tambah.
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang APQA 2026 bertema Elevating Talent, Accelerating Innovation, Delivering Enterprise Value yang digelar di Grha Pertamina pada Senin (15/6/2026). APQA merupakan agenda tahunan Pertamina Group yang memberikan apresiasi terhadap inovasi, peningkatan kualitas, serta implementasi continuous improvement di seluruh entitas usaha.
Dalam APQA 2026, PGE berhasil meraih enam penghargaan yang mencakup aspek kepemimpinan, tata kelola, penciptaan nilai, inovasi, hingga keberlanjutan operasional. PGE meraih penghargaan The Best Quality Performance Peringkat 1, The Best System Assurance Peringkat 1, The Best Value Creation Achievement Peringkat 1, serta The Best Category Achievement Peringkat 1. Perusahaan juga memperoleh penghargaan The Best KOMET Influencer Peringkat 3. Sementara itu, penghargaan Sustainability Excellence for Operational Unit diraih PGE Area Kamojang sebagai pemenang klaster Pertamina New and Renewable Energy, Shipping and Gas.
Baca Juga
Laba PGE (PGEO) Melejit 40% Ditopang Margin Tinggi dan Kenaikan Produksi
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas budaya mutu dan inovasi yang telah mengakar di seluruh lingkungan perusahaan.
"Inovasi bukan sekadar memenangkan kompetisi, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perusahaan. Ke depan, kami akan terus mendorong lahirnya inovasi yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sekaligus memperkuat peran PGE sebagai geothermal center of excellence," ujar Ahmad Yani dikutip Selasa (16/6/2026).
PGE menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari penerapan Geothermal Integrated Management System (GIMS), sistem manajemen terintegrasi berbasis standar ISO yang diterapkan di seluruh lini operasi perusahaan.
Melalui penguatan sistem tata kerja terintegrasi dan implementasi knowledge management atau pengelolaan pengetahuan perusahaan, PGE terus mendorong budaya continuous improvement sebagai bagian dari aktivitas operasional sehari-hari. Pendekatan tersebut memastikan seluruh proses bisnis berjalan efektif, konsisten, aman, dan sejalan dengan prinsip keberlanjutan berstandar global.
Menurut Ahmad Yani, inovasi harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh insan perusahaan untuk terus melahirkan inovasi baru.
Baca Juga
Tiga Proyek Panas Bumi Masuk Green Book 2026, PGE (PGEO) Kantongi Pendanaan Global Rp 8,6 Triliun
"Yang lebih penting dari meraih penghargaan adalah bagaimana kami mempertahankan dan terus meningkatkan pencapaian tersebut. Di PGE, inovasi bukan sekadar program atau kewajiban, melainkan bagian dari cara kami bekerja. Kami terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah nyata dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan," ujar Andi Joko Nugroho.
Berbagai terobosan tersebut mencerminkan komitmen PGE dalam meningkatkan keandalan operasi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mempercepat transformasi digital guna mendukung pengelolaan panas bumi yang semakin efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
