Tambah Kapasitas 45 MW, Pertamina Geothermal (PGEO) & PLN IP Bentuk Konsorsium
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyepakati perjanjian komitmen konsorsium untuk pengembangan proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW dan Lahendong Bottoming Unit 1 sebesar 15 MW. Dua poryek ini berpotensi menambah kapasitas pembangkit hingga 45 MW.
Proyek tersebut akan memanfaatkan teknologi co-generation. Dikutip dari laman resmi Direktorat jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral, terobosan co-generation memanfaatkan steam yang tidak terpakai di model binary cycle. Adapun binary cycle sendiri merupakan salah satu teknologi yang umum digunakan dalam PLTP.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Teken Kerja Sama Senilai US$ 5,4 miliar dengan PLN
Sistem ini memanfaatkan fluida kerja (working fluid) dengan titik didih yang lebih rendah dibandingkan air, seperti isobutane atau pentane. Fluida kerja ini dipanaskan oleh uap panas bumi, menguap, dan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik.
Sementara itu, panas yang masih tersisa dalam fluida sekunder dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pemanasan ruangan atau proses industri. Dengan demikian, co-generation pada PLTP binary cycle memungkinkan pemanfaatan energi panas bumi secara lebih efisien dan menghasilkan listrik, serta panas secara simultan.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi, mengatakan, penerapan teknologi co-generation dapat mempersingkat proses pengembangan pembangkitan listrik dengan biaya operasi yang lebih efisien.
Baca Juga
Pendapatan PGEO Tumbuh, Laba Capai US$ 68,93 Juta di Semester I-2025
“Efisiensi biaya ini didukung penggunaan energi yang sudah ada dan juga tidak perlu melalui tahap eksplorasi. Oleh karena itu, kami percaya konsorsium ini mampu untuk menambah kapasitas pembangkit tanpa menambah beban belanja modal (capex) perseroan,” jelas Julfi dalam keterangan yang dipublikasi pada Rabu (6/8/2025).
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), dia mengatakan, Indonesia memiliki cadangan panas bumi mencapai 24 GigaWatt (GW) atau sekitar 40% dari cadangan global. Hingga 2024, tercatat kapasitas terpasang PLTP di Indonesia mencapai 2,6 GW atau meningkat signifikan dari 1,4 GW pada 2014. “Namun potensi besar ini masih perlu dimanfaatkan secara lebih optimal,” imbuh Julfi.

