Fokus pada Kinerja, Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tetap Menguat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyatakan, eskalasi geopolitik yang melibatkan Iran, belum memberikan dampak terhadap kinerja harga saham perusahaan, apalagi operasional secara langsung.
Manager Partnership & Portfolio Management PT Pertamina Geothermal Energy Lufan Nassya Faswara menilai, situasi perang biasanya justru memicu sentimen global yang dapat berdampak sistemik terhadap perekonomian. Hal ini, termasuk memengaruhi parameter keekonomian dan kepercayaan investor di pasar keuangan.
“Biasanya ketika berbicara perang, ada sentimen yang dampaknya sistemis dan bisa memengaruhi pertumbuhan ekonomi serta parameter keekonomian. Hal itu nantinya bisa berdampak ke sentimen market atau investor yang cenderung melakukan aksi jual,” ujar Lufan dalam Investor Youth Seminar bertema ‘Meraup Cuan dari Saham Energi’ di Universitas Parahyangan, Bandung, Selasa (11/3/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PGEO ditutup menguat 2,56% menjadi Rp 1.000 pada perdagangan Selasa (11/3/2026) dan masih menunjukkan kenaikan harga dalam setahun yakni 9,89% (yoy).
Pada saat yang bersamaan, manajemen memastikan bahwa secara fundamental, kinerja keuangan perusahaan sangat solid. Pasalnya, kegiatan usaha emiten pelat merah ini, masih berfokus pada penyediaan listrik untuk pasar domestik sehingga tidak terpapar langsung pada dinamika geopolitik global.
Baca Juga
Produksi 2025 ATH, Pendapatan Pertamina Geothermal (PGEO) Naik 6,29%
Melalui laporan keuangan tahunan yang baru-baru ini dirilis, perseroan menunjukkan kinerja operasional cemerlang, dengan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all-time high/ATH) pada 2025 atau naik 5,6% (yoy).
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025, PGE membukukan total pendapatan US$ 432,73 juta tahun lalu atau naik 6,29% dibandingkan 2024. Sementara, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2025 terkumpul sebesar US$ 137,67 juta.
Namun demikian, Lufan mengakui bahwa sentimen investor di pasar saham tetap dapat memengaruhi pergerakan harga saham perseroan secara teknikal.
“Secara fundamental kinerja keuangan perusahaan belum terpengaruh perang Iran sejauh ini karena bisnis PGEO ini masih fokus ke dalam negeri pada suplai listrik. Namun secara teknikal atau pergerakan saham, sentimen investor bisa memengaruhi harga saham PGEO,” jelasnya.
Lufan pun menegaskan, dampak konflik global terhadap PGE saat ini lebih banyak bersifat tidak langsung melalui persepsi dan sentimen pasar.
“Begitu yang kami lihat sejauh ini,” pungkasnya.

