CEO Investortrust Ingatkan Bahaya 'Greenwashing' dalam Perjalanan Menuju Net Zero 2060
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Investortrust, Primus Dorimulu, memberikan peringatan terhadap fenomena greenwashing yang kian marak di tengah upaya global mencapai target emisi nol bersih (net zero emission). Hal ini disampaikannya dalam acara Investortrust The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026 di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Primus menjelaskan greenwashing merupakan praktik manipulatif di mana perusahaan menampilkan citra ramah lingkungan, padahal aktivitas utamanya belum benar-benar berkelanjutan. Ia mencontohkan adanya perusahaan energi fosil yang gencar mempromosikan proyek energi terbarukan di iklan, namun mayoritas investasinya tetap tertanam pada minyak dan batubara.
"Secara kasat mata tampak hijau, namun substansinya belum berubah. Inilah yang membuat greenwashing berbahaya karena menyesatkan publik dan melemahkan kepercayaan," ujar Primus di hadapan para pemimpin korporasi.
Baca Juga
OJK Tingkatkan Kesadaran Praktik Greenwashing Lewat Diseminasi Riset Kolaborasi
Lebih lanjut, ia menegaskan tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal teknologi atau investasi semata, melainkan kejujuran dan kualitas data yang disampaikan ke publik. Menurutnya, kredibilitas sebuah komitmen lingkungan hanya dapat dibangun melalui pengungkapan data yang akurat, konsisten, dan dapat diverifikasi secara independen (High Integrity Disclosure).
Melalui ajang penghargaan ini, Investortrust berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem bisnis di mana transparansi menjadi standar baku dan integritas menjadi sebuah keharusan. Primus menekankan bahwa perlombaan menuju net zero bukan tentang siapa yang paling cepat mengeklaim, melainkan siapa yang paling jujur dalam melaporkan dan konsisten dalam bertindak.
Baca Juga
OJK Institute: Perlu Tingkatkan Literasi Greenwashing di Masyarakat

