Pacu Transparansi Emisi, Investortrust Beri Apresiasi Korporasi dengan Integritas Data Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Di era krisis iklim yang kian nyata, keunggulan sebuah korporasi tidak lagi hanya diukur dari besarnya pertumbuhan laba, melainkan dari tanggung jawab dan kejujuran atas jejak emisi yang dihasilkan. Prinsip inilah yang melandasi gelaran The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2026 yang diinisiasi oleh Investortrust.
CEO Investortrust Primus Dorimulu, menyatakan transparansi data emisi kini telah menjadi bahasa utama akuntabilitas dalam ekonomi rendah karbon. Ia menekankan bahwa percepatan transisi menuju net zero hanya bisa terjadi jika dunia usaha berani membuka diri dan menyampaikan data secara lengkap serta mudah diakses.
"Pengungkapan emisi bukan lagi sekadar kewajiban pelaporan, tetapi merupakan bentuk pernyataan sikap bahwa masa depan bisnis ditentukan oleh akuntabilitas lingkungan," tegas Primus dalam sambutannya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Rilis Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Ritel
Acara tersebut memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berani membuktikan komitmen hijaunya melalui data yang kredibel. Primus menekankan bahwa meskipun standar global seperti Global Reporting Initiative dan Greenhouse Gas Protocol sudah tersedia, nilai pembedanya tetap terletak pada integritas perusahaan dalam menjalankannya.
Sebagai penutup, Primus mengingatkan pentingnya kolaborasi antar-sektor untuk mendukung target pemerintah Indonesia mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Ia berharap penghargaan ini menjadi momentum bagi korporasi di Indonesia untuk memberikan bukti nyata, bukan sekadar janji-janji manis terkait keberlanjutan lingkungan.
Sebanyak 95 korporasi berhasil meraih penghargaan “The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025” pada kategori masing-masing. Dari 95 korporasi yang meraih penghargaan, Dewan Juri menetapkan 10 perusahaan dengan predikat “Best of The Best” pada ajang Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025 ini.
370 perusahaan telah dievaluasi dalam proses seleksi awal, terdiri dari 340 perusahaan publik dan 30 perusahaan privat. Dari jumlah tersebut, 318 perusahaan menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi, termasuk 76 perusahaan yang mengintegrasikan laporan keberlanjutannya ke dalam laporan tahunan masing-masing.
Baca Juga
Ancol Perkuat Komitmen ESG, Targetkan Penurunan Emisi hingga 60% pada 2030
Untuk masuk nominasi, perusahaan harus memenuhi sejumlah kriteria, antara lain: penerbitan Laporan Keberlanjutan 2023 sebelum 31 Desember 2024, pencantuman perhitungan emisi secara eksplisit, serta tidak terlibat dalam konflik hukum lingkungan yang serius. Investortrust menegaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan data yang dipublikasikan oleh masing-masing perusahaan tanpa validasi ulang.
Proses penilaian berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama menilai kelengkapan pengungkapan emisi, verifikasi pihak ketiga, serta upaya penurunan emisi. Tahap kedua memperhitungkan dimensi tambahan yaitu inovasi, kesadaran korporasi terhadap lingkungan, dan efektivitas pengelolaan emisi. Skor gabungan dari kedua tahap ini menjadi dasar dalam menentukan kategori penghargaan dan pemilihan perusahaan Best of the Best.
Dari seluruh peserta, 95 perusahaan berhasil meraih penghargaan atas pencapaian mereka dalam transparansi dan pengelolaan emisi. Selain itu, 10 perusahaan Best of the Best dinobatkan karena menunjukkan pencapaian luar biasa, inovasi berkelanjutan, dan kontribusi aktif dalam pengurangan emisi karbon.

