Soal Efisiensi BBM, Daihatsu Jagokan Rocky Hybrid
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menegaskan kendaraan efisien seperti Daihatsu Rocky Hybrid semakin cocok bagi masyarakat di tengah dinamika harga bahan bakar minyak (BBM). Meski rencana kenaikan harga BBM sempat mencuat namun sentimen efisiensi tetap mendorong minat pasar.
Marketing & Customer Relations Division Head ADM Rokky Irvayandi mengatakan Rocky Hybrid mendapat respons positif sejak diluncurkan beberapa waktu lalu. Hal ini tercermin dari meningkatnya perhatian konsumen terhadap teknologi hemat energi.
“Kami memiliki Rocky Hybrid sebagai teknologi baru dan ini mendapatkan atensi yang cukup baik dari konsumen,” ujar Rokky di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ia mengungkapkan hingga saat ini terdapat sekitar 550 unit pemesanan (outstanding) untuk model tersebut. Menurutnya, minat ini tidak lepas dari karakter konsumen yang lebih teredukasi terhadap kendaraan ramah lingkungan.
“Di segmennya, Rocky Hybrid kebanyakan bukan first car buyer, sehingga mereka sudah punya edukasi dan pengalaman yang lebih advance,” jelasnya.
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Memanas, Isuzu hingga Daihatsu Pastikan Harga Kendaraan Masih Stabil
Rokky menambahkan, isu fluktuasi harga BBM turut memengaruhi persepsi konsumen terhadap kendaraan efisien. Meskipun kenaikan harga tidak terjadi, perhatian terhadap efisiensi tetap meningkat.
“Dengan kondisi kemarin, rasanya atensi terhadap Rocky Hybrid bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.
Secara spesifikasi, Rocky Hybrid dibekali mesin 1.2 liter yang dipadukan dengan baterai 177,6 volt. Model ini mampu mencatat efisiensi hingga 34,8 km per liter serta emisi karbon sekitar 83 gram CO₂ per kilometer, termasuk yang terendah di kelasnya.
Meski market share Rocky tidak terlalu besar, namun strategi ini sekaligus merespons transisi energi. Tidak hanya melalui produk, perusahaan juga mulai mengarahkan investasi pada proses produksi yang lebih rendah emisi.
Secara industri, pangsa pasar Daihatsu pada awal 2026 diperkirakan masih stabil di kisaran 16-17%, melanjutkan capaian 16,5% sepanjang 2025, seiring kuatnya permintaan di segmen kendaraan niaga dan LCGC.
Baca Juga
Gran Max Rajai 58% Segmen Pick Up, Daihatsu Siap Tancap Gas di GIICOMVEC 2026

