VKTR Targetkan TKDN Bus Listrik Capai 80 Persen pada 2028
Poin Penting
|
MAGELANG, investortrust.id -- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (Vektor) menargetkan penggunaan komponen lokal dapat menyentuh angka 80 persen pada tahun 2028. Penetapan target itu sebagai upaya memperkuat kemandirian industri otomotif nasional.
Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan bahwa saat ini produk bus dan truk listrik VKTR telah mengantongi sertifikasi TKDN sebesar 40 persen dari Kementerian Perindustrian. Namun, proses lokalisasi komponen akan terus dipacu secara progresif.
"Kami juga percaya bahwa dengan kekuatan mandiri kita bisa meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang sudah mendapat sertifikasi 40% dari Kementerian Perindustrian, menuju ke 60% tahun ini, dan 80% di 2028," kata Anindya dalam sambutannya di acara Peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga
Prabowo: Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Jadi Tonggak Industrialisasi Nasional
Anindya menjelaskan bahwa strategi pencapaian target tersebut dilakukan melalui kolaborasi erat dengan ekosistem mitra lokal. Beberapa mitra yang terlibat di antaranya adalah karoseri Trisakti, Laksana, Adiputro, dan Tentrem Sejahtera. Sementara untuk komponen pendukung, VKTR bekerja sama dengan Gajah Tunggal untuk ban, Auto Inovasi Sukses untuk aki, hingga perusahaan telematika dan pendingin udara (AC) dalam negeri.
Selain fokus pada manufaktur unit baru, VKTR juga memperkenalkan inovasi teknologi retrofit, yaitu mengubah kendaraan berbasis bensin menjadi listrik. Saat ini, perusahaan telah mengamankan 14 hak cipta hasil kerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia untuk mendukung transisi energi yang lebih cepat.
Langkah VKTR ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong full green mobility, yang mencakup tidak hanya kendaraan listrik tetapi juga pengembangan stasiun pengisian daya (charging station).
Dengan memperkuat basis komponen lokal, VKTR optimis industri otomotif Indonesia dapat mengikuti jejak negara-negara seperti Jepang, Korea, dan India yang sukses membangun kedaulatan industri otomotif mereka sendiri dimulai dari kendaraan niaga.

